136.957 Penyintas Gempa Sulbar Tercatat sebagai Penerima Manfaat PMI

Baaca.id, MAMUJU — Sebanyak 136.957 penyintas bencana gempa bumi Sulawesi Barat  (Sulbar) tercatat sebagai penerima manfaat dari Palang Merah Indonesia (PMI) dalam kurun waktu satu bulan sejak bencana yang meluluhlantahkan Kabupaten Majene dan Mamuju.

136.957 penyintas itu berasal dari Kabupaten Majene dan Mamuju dengan rincian Kabupaten Mamuju sebanyak 79.284 jiwa dan Kabupaten Majene 57.673 jiwa.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 38.792 jiwa mendapatkan berbagai jenis bantuan seperti perlengkapan rumah tangga, sembako, perlengkapan bayi, kelambu, selimut, tandon, terpaulin dan masker.

Kemudian sebanyak 1.461 jiwa mendapatkan layanan kesehatan, penerima bantuan air bersih (89.128 jiwa), shelter (643 kepala keluarga), psikososial (2.127 jiwa) dan pemulihan hubungan keluarga (271 jiwa).

Kepala Sub Divisi Pengembangan Kapasitas PMI Pusat, Achmad Djaelani menyebutkan, hingga saat ini, PMI telah menyalurkan sebanyak 1.156 paket family kit, 1.032 lembar selimut, hygiene kit 945 paket, terpal 997 lembar, baby kit 248 paket, kelambu 112 lembar, tikar 944 lembar, tandon 109 buah dan sembako 3.408 paket.  Selanjutnya untuk air bersih lembaga kemanusiaan terbesar di Indonesia ini telah mendistribusikan air sebanyak 1.528.195 liter.

“Data penerima bantuan dan pelayanan yang kami berikan kepada para penyintas bencana gempa di Kabupaten Mamuju dan Mejene setiap harinya akan terus bertambah, karena PMI akan terus melakukan operasi hingga Mei 2021 mendatang,” ujar Achmad Djaelani.

Dia mengakui, dalam memberikan bantuan dan pelayanan, masih ada beberapa kendala seperti tidak patuhnya masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan, hingga lokasi pengungsian yang terisolasi, bahkan bantuan terpaksa harus dikirim melalui udara yakni menggunakan helikopter.

Selain itu, untuk memenuhi keterbatasan personel dalam melanjutkan operasi kemanusiaan ini, pihaknya pun merekrut tenaga sukarela lokal yang berasal dari dua wilayah terdampak bencana itu dan juga menambah personel dari markas PMI terdekat seperti dari Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tengah.

Sementara, Kepala Markas PMI Provinsi Sulbar, Lukman mengatakan, personel PMI yang bertugas tidak hanya sebatas mendistribusikan bantuan dan memberikan pelayanan saja, tetapi turut mengedukasi penyintas gempa yang tingga di tenda pengungsian untuk sadar dan patuh dalam menerapkan protokol kesehatan.

Memang harus diakui sebagian besar dari para pengungsi belum terbiasa menerapkan protokol kesehatan dalam upaya mencegah penyebaran Covid-19, apalagi pengungsian merupakan lokasi paling rawan terjadi penyebaran virus mematikan itu.

“Kami akan terus berupaya dan mencari solusi agar masyarakat sadar bahwa keberadaan Covid-19 bisa menjadi bencana baru di pengungsian, sehingga harus dicegah minimalnya melaksanakan protokol kesehatan mulai dari menggunakan masker, mencuci tangan pakai sabun yang benar dan tetap menjaga jarak,” katanya. (syarif)

 



Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button