2 Pembuat Kartu Vaksin Palsu di Makassar Ditangkap, ini Modusnya

Baaca.id, MAKASSAR – Pemerintah Kota Makassar membongkar modus pemalsuan kartu vaksin. Pemalsuan melibatkan seorang petugas medis.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Makassar, Nursaidah Sirajuddin mengatakan, dua pelaku berinisial FT dan WD. Salah satu pelaku WD merupakan petugas medis di puskesmas di Paccerakkang. Sementara FT tidak disebutkan pekerjaanya.

Keduanya berhasil diamankan oleh petugas kepolisian karena membuat kartu vaksin palsu.

Pemalsuan kartu vaksin ini terungkap usai Dinkes Makassar melakukan evaluasi pelaksanaan vaksinasi dengan melihat data logistik vaksin yang tersedia tidak sesuai dengan kartu vaksin yang dikeluarkan oleh petugas puskesmas.

“Kita dimonev oleh inspektorat dan pak Wali Kota. Setiap bulan mereka turun untuk melihat apakah ada kesesuaian logistik dengan aplikasi P-Care. Ternyata kita dapat di bulan 9, di puskesmas Paccerakkang, tidak sesuai dengan logistik yang kami keluarkan, yang kami alokasikan dengan data yang ada di P-Care. Terlalu jauh range-nya 179, makanya kami langsung mencari tahu,” ungkapnya, Senin (25/10/2021).

Kartu vaksin yang dikeluarkan lebih banyak daripada dosis vaksin yang digunakan. Artinya, ada orang yang tidak divaksin mendapat kartu vaksin.

“Jadi kami langsung lihat kenapa ada terjadi ketimpangan antara logistik yang saya berikan dengan data yang masuk di P-Care. Lalu kita cari tahu. Akhirnya saya dapat seorang yang mengaku bahwa dia tidak divaksin, tapi mendapatkan kartu vaksin,” jelas dr Ida.

“Kita terus dalami, akhirnya saya menghadap wali kota untuk ditindaklanjuti ke Polrestabes,” lanjutnya.

Ida menyebut, sebanyak 179 orang yang mendapat kartu vaksin namun tidak divaksin. Mereka ini akan dihubungi untuk didatangkan ke Puskesmas Paccerakkang untuk divaksin.

Sejauh ini, sudah ada 20 orang dari 179 tersebut sudah divaksin.

“Makanya semua yang 179 itu kami minta nomor HP-nya untuk kami datangkan ke Puskesmas Paccerakkang untuk divaksin,” terangnya.

“Sudah ada 20 orang yang datang dan kita vaksin,” tambah dr Ida.

Ida mengatakan, pihak Puskesmas Paccerakkang sempat tidak mengakui adanya tenaga kontrak yang mengeluarkan kartu vaksin palsu di puskesmas tersebut.

“Setelah saya melaporkan ini ke wali kota, diperintahkan untuk melakukan rapat segera untuk mencari tahu, mengumpulkan seluruh staf puskesmas dan kepala puskesmas, ternyata tidak ada pengakuan,” katanya.

FT dan MD kini akhirnya diamankan di Polrestabes Makassar untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Ida mengatakan, MD yang merupakan tenaga kontrak di puskesmas Paccerakkang sudah tidak bekerja lagi di puskesmas. Kini ia bekerja di RS Daya Makassar.

“Rupanya memang, karena bukan tenaga kesehatan yang bekerja di dalam puskesmas, karena ini anak sudah keluar dari puskesmas Paccerakkang. Dia bekerja di RS Daya saat ini,” tandasnya.



Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button