826 Pekerja Seks Ikut Vaksin

Baaca.id, YOGYAKARTA — Pekerja seks kesulitan mendapatkan akses vaksin. Selain karena sosialisasi vaksinasi yang minim, pekerja seks juga masih mendapat stigma atau cap buruk karena pekerjaannya sehingga mereka khawatir mendapat penolakan saat mendatangi sentra-sentra vaksinasi.

Melihat hal ini, sentra vaksinasi untuk warga dosis dua di Yogyakarta kini menyasar pekerja seks. Sedikitnya, ada 826 pekerja seks yang ikut mendaftar untuk divaksin.

Ke-826 pekerja seks ini mengikuti vaksinasi di Kantor Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta, Sabtu (9/10/2021). Jaringan masyarakat sipil sebagai penyelenggara vaksinasi dosis dua memang menyiapkan dosis vaksin untuk 1.000 orang.

“Mereka kami data dan bantu karena sama sekali tidak tersentuh bantuan pemerintah, termasuk vaksinasi,” kata salah satu penggagas Sentra Vaksinasi untuk Warga, Budhi Hermanto, Sabtu (9/10/2021).

Pihak panitia menyampaikan, vaksinasi yang menyasar pekerja seks tersebut menerima 826 orang peserta yang telah mendaftar. Panitia juga mendapatkan tambahan pendaftar vaksin dari pekerja seks dari Pantai Parangkusumo, Kabupaten Bantul.

Selama pandemi Covid-19, pekerja seks kesulitan mengakses vaksin di dusun yang sudah menggelar vaksinasi. Sebagian besar pekerja seks tidak memiliki kartu tanda penduduk (KTP) dan kartu keluarga (KK) sehingga mereka sulit mengakses vaksinasi.

Ketua Paguyuban Teratai Samodra Parangkusumo, Anik Epasini mengatakan, tidak ada yang peduli terhadap pekerja seks. Padahal menurutnya, pekerja seks sangat rentan tertular maupun menularkan virus Corona.

“Sulitnya akses vaksinasi ini yang membuat kami menghubungi pegiat PKBI DIY yang selama ini membantu mereka mendistribusikan bantuan,” ujar Anik Epasini. (#)



Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button