Anggota BPD di Wilayahnya Diduga Lakukan Money Politik, Camat Mare: Kami akan Tindak Tegas

Baaca.id, BONE — Berbagai cara dilakukan para calon kepala desa dan timnya berkampanye untuk meraih kemenangan dalam pilkades serentak. Namun, sejumlah calon yang ikut dalam pesta demokrasi tingkat desa ini menggunakan cara-cara yang tidak terpuji.

Menjelang hari pencoblosan pilkades serentak di Kabupaten Bone, berbagai macam tindakan tidak terpuji ditemukan mulai dari panitia pilkades yang mengkampanyekan salah satu calon hingga praktik politik uang.

Seperti yang terjadi di Dusun Cilellang, Desa Data, Kecamatan Mare, Kabupaten Bone. Salah satu anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) setempat berinisial TH diduga melakukan politik uang. Anggota BPD tersebut bersilaturahmi ke rumah warga bernama Nurhayati dan memberikan uang sebanyak Rp200 ribu untuk memilih calon tertentu.

Kejadian tersebut direkam oleh salah satu warga melalui kamera ponsel berdurasi 2 menit 47 detik.

“Tabe’, ta tolongka nomor urut 1 ‘A. Najamuddin,” kata anggota BPD tersebut sembari memberikan dua lembar uang pecahan Rp100 ribu sewaktu melakukan kampanye terlarang tersebut dalam video tersebut.

Menanggapi hal tersebut, Camat Mare, Andi Awaluddin menegaskan akan menindak oknum-oknum yang melakukan politik uang tersebut.

“Selaku pemerintah Kecamatan Mare, harus menindak tegas bentuk-bentuk politik uang dalam pemilihan ini. Kita harus mengajar masyarakat bagaimana berpolitik yang sehat karena hal ini bisa merusak tatanan demokrasi, tatanan kekeluargaan,” ujar Andi Awaluddin melalui telpon seluler, Rabu (17/11/2021).

Diketahui, pilkades serentak gelombang 1 dengan peserta dari 177 desa di Kabupaten Bone akan digelar besok, Kamis 18 November 2021. (farhan)



Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button