Antisipasi Gelombang Ketiga Covid-19, Pengawasan Mobilitas Libur Nataru Diperketat

Baaca.id, JAKARTA – Perayaan natal dan tahun baru (Nataru) masih dua bulan ke depan. Namun langkah antisipatif mencegah potensi peningkatan mobilitas di masa liburan jelang akhir tahun itu telah disiapkan.

Menteri Perhubungan (Menhub), Budi Karya Sumadi menyoroti banyak negara yang tak memperhatikan pentingnya penerapan protokol kesehatan (Prokes) saat masa pelonggaran. Sehingga muncul gelombang ketiga Covid-19.

Bercermin dari hal itu, pemerintah akan melakukan pengetatan mobilitas serta meningkatkan pengawasan protokol kesehatan pada masa libur nataru mendatang.

Budi menjelaskan, pembatasan mobilitas dan pengawasan prokes pada masa libur nataru sangat penting, mengingat upaya pemerintah dalam mengendalikan kasus Covid-19 sampai saat ini sudah berjalan baik.

Diharapkan, tidak terjadi kenaikan kasus warga terpapar Covid-19 atau disebut juga virus korona usai libur nataru nanti.

“Semua pihak harus belajar dari negara-negara lain yakni: Tiongkok, Inggris, Jerman, dan beberapa negara lainnya, yang mengalami gelombang ketiga kasus Covid-19. Saya harap seluruh pemangku kepentingan dapat bersama-sama kompak menjaga kondisi yang sudah mulai membaik ini,” ujar Budi, dalam rapat koordinasi (Rakor) persiapan antisipasi libur natal dan tahun baru, Selasa (27/10/2021).

Selain upaya pengendalian mobilitas dan pengetatan prokes, Menhub Budi juga menginstruksikan agar para operator transportasi dapat memastikan kesiapan sarana transportasi missal, baik dari aspek keselamatan, kelaikan, kondisi kesehatan para awak transportasi, dan aspek penting lainnya.

“Saya mendorong agar ramp check pada seluruh moda dapat dilakukan. Tidak hanya pengecekan kelaikan sarana, tetapi juga pengecekan kondisi kesehatan awak transportasinya,” ujarnya.

Pemerintah tengah bersiap melakukan pengendalian mobilitas masyarakat dan pengetatan protokol kesehatan untuk mencegah terjadinya lonjakan kasus Covid-19 usai masa libur Natal 2021 dan Tahun Baru 2022.

Sementara Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy yang memimpin rakor persiapan antisipasi libur nataru 2022 menyampaikan, pemberlakuan pengetatan mobilitas dan prokes di masa libur nataru nanti itu sesuai arahan Presiden RI Joko Widodo.

Disebutkan bahwa tren penurunan kasus terpapar virus yang bermula dari Wuhan, Cina itu tidak boleh membuat semua pihak lengah terhadap penularan kasus Covid-19.

“Kegiatan berskala besar dan luas seperti libur nasional dan libur kegiatan keagamaan biasanya menyebabkan kerumunan massa dan seringkali menyebabkan terjadinya lonjakan kasus Covid-19,” jelas Muhadjir.

Ia mengatakan, melalui Surat Keputusan Bersama 3 Menteri telah menghapus cuti bersama pada 24 Desember 2021. Yang ada hanya libur Sabtu-Minggu biasa karena 25 Desember 2021 dan 1 Januari 2022 jatuh pada hari Sabtu. (*)

 



Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button