Legenda Sejarah Asal-usul Danau Kelimutu

Baaca.id — Ketika Anda Mengunjungi Flores, Anda akan menemukan sebuah danau tiga warna yang disebut Danau Kelimutu. Danau yang berada ketinggian 1.639 meter dari permukaan laut memang begitu eksotis bagi siapa pun yang melihatnya.

Berlokasi di Desa Pemmo, Kecamatan Kelimutu, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur memiliki luas sekitar 1.051.000 meter persegi.

Asal-usul Danau Kelimutu memang menarik apalagi lokasi wisata ini terletak di kawasan Gunung Kelimutu yang eksotis. Sudah pasti menjadi lokasi alternatif wisata favorit bagi wisatawan di Ende dan sekitarnya.

Danau Kelimutu di Temukan Orang Belanda

Nama Kelimutu berasal dari kata keli yang berarti gunung dan mutu yang berarti mendidih. Atau dengan kata lain yang artinya gunung mendidih.

Sejarah asal-usul Danau Kelimutu berawal dari penemuan warga Belanda bernama Van Such Telen tahun 1915.

Pada perkembangannya, nama Danau Kelimutu semakin terkenal setelah Y. Bouman melukisnya di atas kanvas pada tahun 1929.

Legenda Sejarah Asal-usul Danau Kelimutu

Cerita legenda sejarah asal-usul Danau Kelimutu melekat dalam kehidupan masyarakat Ende sampai sekarang. Dikisahkan, daerah Kelimutu tinggal Konde Ratu dan rakyatnya.

Di wilayah itu, konon muncul seorang penyihir bernama Ata Polo yang kejam yang suka memangsa manusia. Namun, di sisi lain muncul pula Ata Bupu yang dikenal juga sakti mandraguna mampu menangkal sihirnya Ata Polo.

Pada masa itu hidup dua orang anak yatim-piatu datang ke Atas Bupu untuk meminta perlindungan karena orang tua telah tiada.

Ata Bupu pun menyanggupi dengan syarat menjaga ladang dan tidak boleh meninggalkan tempat itu. Alasannya takut dimangsa Ata Polo.

Ternyata kekhawatiran itu benar adanya, kemudian Ata Polo tidak lama mendekati Ana Kalo tersebut.

Baca Juga:

Perilaku Ata Polo diketahui dengan cepat oleh Atau Bupu dan menghalaunya agar menjauhi kedua ana kalo dan tidak memangsanya.

Ata Bupu memohon untuk menunggu kedua ana kalo sampai dewasa. Tapi apa daya yang terjadi Ata Polo tetap nekad memangsa mereka, meski sudah dihalau oleh Atau Bupu.

Kesaktian Ata Polo yang luar biasa membuatnya  kabur akhirnya ke perut bumi. Sementara Ata Polo justru ditelan bumi dan 2 anak Ana Kalo meninggal karena gempa terkubur hidup-hidup.

Sesaat setelah peristiwa itu terjadi ada kejadian yang mengejutkan. Tempat Ata Bupu kabur ke perut bumi berubah menjadi air berwarna biru atau Tisu Ata Bupu.

Lokasi Ata Polo meninggal dunia berubah menjadi air berwarna merah darah atau Tiwu Ata Polo, sedangkan tempat Ana Kalo meninggal dunia juga berubah warna menjadi air berwarna hijau atau Tiwu Nuwa Muri Koo Fai.

Perubahan warna pada air tersebut oleh masyarakat setempat mempercayai akibat dari kekuatan gaib. Semenjak itulah daerah itu dikeramatkan dan siapa pun tidak boleh bertingkah laku sembarangan ketika berada di kawasan gunung Kelimutu ini.

Danau Kelimutu yang Berubah-ubah Warna

Warna-warna Danau Kelimutu diyakini sebagai tempat berkumpulnya para arwah tetua adat yang sudah meninggal dunia. Tiwu Ata Polo disebut arwah jahat dengan warna merah darah.

Tiwu Ata Bupu disebut arwah tetus adat dengan warna biru, dan Tiwu Nuwa Muri Koo Fai arwah muda-mudi dengan warna biru muda.

Ketiga Danau Kelimutu tersebut seringkali mengalami fenomena berganti warna yang tidak dapat diprediksi. Seperti yang terjadi pada danau Ata Polo dari merah darah, tahun lalu berwarna kehitaman, kini berubah hijau tosca.

Danau Nuwa Muri Koo Fai pernah mengalami perubahan warna dari hijau muda, biru muda, warna putih. Danau Ata Bupu juga tidak kalah selalu berubah warna dari hijau lumut, hitam, coklat tua, biru dan hijau muda

Perubahan Warna di Danau Kelimutu dalam Asal-usul Danau Kelimutu

Tiga Danau Kelimutu yang terletak di puncak Gunung Kelimutu 1690 meter dari permukaan laut terkenal karena perubahan warna air dari hijau hingga warna hitam.

Perubahan warna pada ketiga danau tersebut dipisahkan oleh dinding kawah yang menjulang tinggi sekitar 35 meter, akibat beberapa faktor.

Pengaruh dari mekanisme vulkanis menjadi penyebab perubahan warna air danau. Kemudian aktivitas vulkanik yang mendesak gas-gas di dalam bumi hingga muncul ke permukaan.

Gas tersebut bercampur dengan danau yang menyebabkan perubahan air danau. Warna putih pada Danau Nuwa Muri Koo Fai menandakan aktivitas bencana Gunung Kelimutu sedang meningkat.

Begitu juga yang terjadi pada danau Ata Polo merupakan danau asam garam. Perubahan warna pada danau Ata Polo akibat dari keadaan oksidasi air.

Demikian informasi singkat tentang asal-usul Danau Kelimutu yang bisa menambah pengetahuan dan wawasan.

Related Articles

Back to top button