Mengenal Politisi Badaruddin Andi Picunang, Hingga Dikabarkan Lengserkan Tommy Soeharto

Baaca.id — Pada 2020 lalu, nama Badaruddin Andi Picunang mendadak banyak diperbincangkan publik setelah video viral Tommy Soeharto turun langsung membubarkan acara yang diinisiasi salah satunya oleh Badaruddin.

Acara tersebut digelar untuk mengadakan Musyawarah Nasional Luar Biasa agar bisa mendongkel Tommy Soeharto dari kursi pemimpin Partai Berkarya. Namun Munaslub yang sudah dirancang berbulan-bulan tersebut berujung tragis dan tidak berjalan dengan lancar.

Dirangkum dari berbagai sumber, Munaslub yang diselenggarakan kader yang mengatasnamakan Presidium Penyelamat Partai Berkarya (P3B) tersebut dibubarkan langsung oleh Ketua Umum DPP Partai Berkarya, Tommy Soeharto.

Tommy langsung turun gunung untuk membubarkan Munaslub tersebut yang dianggapnya illegal.

Perjalanan Politik Badaruddin

Badaruddin Andi Picunang lahir pada 4 maret 1970 di Belopo, kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan. Sebelum terjun ke politik dirinya banyak malang melintang di sebagai aktivis mahasiswa, aktif juga di beberapa organisasi profesi dan organisasi kemasyrakatan (Ormas).

Diantaranya organisasi kemahasiswaan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), hingga organisasi profesi dan paguyuban berbasis kesukuan sudah tamat.

Di mata kawan-kawannya, pria yang mengawali tempaan sebagai aktivis pers mahasiswa di koran kampus “Identitas” Universitas Hadanuddin (Unhas) Makassar, dirinya dikenal sebagai sosok anak muda yang tangguh dan “tahan banting.” Ia bahkan sangat disegani dilingkup organisasi tersebut.

Semasa jadi mahasiswa Kelautan Unhas angkatan 1989, ia tinggal di pondokan dekat kampus dengan segala keterbatasan dan kekurangan, Namun hal tersebut tidak pernah menyyrutkan tekadnya untuk tetap semangat berkuliah dan menjalankan aktivitas.

Pria yang sering disapa Badar ini pun akhirnya dipercaya untuk menjadi Ketua Senat Mahasiswa pertama Fakultas Kelautan Unhas.

Dimasa perkuliahannya itulah akhirnya Badaruddin Andi Picunang giat untuk memperjuangkan gagasan besar benua maritime dan isu-isu kelautan dengan menggelar seminar yang mendatangkan B.J. Habibie dan Jusuf Kalla.

Bersama kawan-kawannya, Badaruddin Andi Picunang pun merintis wadah perjuangan mahasiswa kelautan Indonesia bernama Himatekindo dan terpilih menjadi sekjen pertama.

Titik mula karir politiknya dimulai saat Badar memutuskan merantau ke Jakarta. Dari ajakan Fachry Andi Lelusa, anggota DPR Ri saat itu,  dirinya diajak bergabung dengan Partai Golkar.

Meski terbilang baru dalam dunia politik, berbekal paengalaman organisasinya semasa kuliah Badar nekat dan berani maju sebagai caleg di dapil DKI dan maju sebagai calon Bupati di Luwu.

Baca Juga:

Dilansir dari rakyatku.com, “Meski gagal, Badaruddin Andi Picunang tetap tegas, dia tidak pernah putus asa, dan terus merajut asa dibalik kegagalan,” ujar Awaluddin, kawan semasa kuliah Badar di Unhas.

Akhirnya untuk mempertahankan hidup di ibukota, Badaruddin Andi Picunang menyambi pekerjaan selain sebagai staf ahli Kpala BP Migas Andi Sommeng, dia juga membangun beberapa bisnis.

Bisnisnya pun berjalan dengan lancer, terbukti saat Pilkada 2015 lalu, Badar tercatat sebagai calon bupati terkaya di Sulawesi Selatan. Total harta kekayaanya yang disetor ke KPU mencapai Rp. 255 miliar, hasil dari kepemilikan sejumlah perusaan yang dimilikinya.

Konflik dengan Partai berkarya

Berbagai pengalaman keorganisasian politik Badar seperti Ketua Forum Redam Korupsi, Ketua LKSEM, Wasekjen KNPI (2011-2014), dan Wasekjen DPP AMPI Golkar (2010-2015), menghantarkannya untuk dipercaya Tommy Soeharto kemudian ditunjuk sebagai Sekertaris Jendral Partai Berkarya.

Selama menjabat akhirnya pada 2020 lalu muncullah video konflik yang beredar ke publik bahwa diirnya lah salah satu inisiator Munaslub Berkarya yang mau lengserkan Tommy Soeharto sebagai Ketua Umum Partai Berkarya.

Dalam video tersebut Tommy didampingi Sekjen Priyo Budi Santoso dan sejumlah kader Partai Berkarya datang langsung untuk membubarkan Munaslub tersebut karena dinilai memakai atribut ilegal.

Pria berusia 51 tahun ini, dikabarkan diberhentikan sebagai penggerak P3B.  Ketua Umum DPP Partai Berkarya Verco Ruseimy mengatakan, Munaslub ilegal tersebut terindikasi akan mengarahkan Partai Berkarya untuk mendukung pemerintahan Joko Widodo dan memecah belah partai.

Sebagai Ketua Steering Committee (SC) Munaslub Partai Berkarya, Badaruddin Andi Picunang mengklaim bahwa Munaslub yang rencananya akan digelar di Hotel Grand Kemang tersebut legal. Meski sempat dibubarkan Tommy, Munaslub tersebut tetap digelar secara terbatas.

Badaruddin mengatakan, pembubaran munaslub yang terjadi merupakan tindakan yang jauh dari sifat demokratis.

Dia mengungkapkan, bahwa DPW dan DPD Partai Berkarya se-Indonesia selama ini juga mengkritisi pimpinan Partai Berkarya pada hasil Rapimnas III di Solo tahun 2018 lalu yang selama ini dinilai tidak adanya kemampuan kepemimpinan yang memadai.

Hingga akhirnya pada 11 Februari lalu dikabarkan partai berkarya mencopot Badaruddin Andi Picunang sebagai Sekertaris Jendral Partai dan digantikan sementara oleh Mayor Jendral TNI (Purn) Syamsu Djalal. Hal ini dipicu karena polemic partai yang dipicu oleh tindakan Badar.

Puncak permasalahannya dikarnakan Badar gagal dalam mendelegitimasi Mahkamah Partai dan keputusan-keputusan yang bersifat Final dan mengikat. Hal ini sesuai dengan Undang-undang Nomor 2 tahun 2011 Pasal 32. Hal ini disampaikan oleh Syamsu dalam wawancara di medcom.id.

Bahkan Kuasa hukum partai Indra Duwila sudah melaporkan Badar ke Polda Metro Jaya atas dugaan tindak pidana pemalsuan dokumen hasil rapat pimpinan nasional 1 Partai Berkarya. Laporan bernomor LP/793/II/YAN.2.5/2021/SPKT PMJ tanggal 10 Februari 2021 itu tengah diproses.

Beberapa alat bukti yang disertakan, antara lain daftar hadir rapimnas yang dimanipulasi dan surat mahkamah partai palsu.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button