Asal-usul Bahasa Lontara Makassar

Baaca.id — Ketika mengunjungi kota yang berada di selatan pulau Sulawesi Anda akan menemukan bahasa Lontara Makassar.

Lontara merupakan tulisan khas masyarakat suku Bugis-Makassar yang telah ada sejak ratusan tahun yang lalu.

Lontara merupakan seni budaya masyarakat Bugis berupa aksara tradisional. Berasal dari sejenis daun khas Sulawesi Selatan yang disebut lontar hingga kemudian masyarakat setempat menamakan Lontara.

Daeng Pamatte, Pencipta Aksara Lontara dalam Bahasa Lontara Makassar

Aksara Lontara yang terkenal hingga sekarang tidak lepas dari peran penting dari Daeng Pamatte. Ia merupakan pejabat pemerintah pada masa Raja Gowa ke-9, Karaeng Tumapa’risi Kallonna.

Baca Juga: Rekomendasi Toko Mainan Makassar Murah dan Berkualitas

Dari tangan Daeng Pamatte inilah tercipta huruf Lontara Makassar, dan buku Lontara Bilang Gowa Tallo. Kisah awal dari lahirnya Aksara Lontara, bermula dari perintah Karaeng Tumapa’risi menciptakan huruf Makassar

Semenjak itulah, Ia berusaha menciptakan suatu aksara berjumlah 18 huruf. 18 huruf tersebut kemudian dinamakan Lontara Tua atau Lontara Jangang-jangang, karena bentuknya seperti burung.

Kemudian pada perkembangan selanjutnya Lontara ciptaan Daeng Pamatte terus meningkat sampai abad 19 hingga jumlahnya menjadi 19 dengan tambahan huruf ‘ha’.

Selanjutnya dikembangkan lagi untuk keperluan bahasa Bugis, yaitu ngka, mpa, nra, dan nca menjadi 23 huruf. Dari 23 itu pula yang akhirnya dikenal dengan nama Aksara Lontara Bugis Makassar.

Penulisan Aksara Lontara dalam Bahasa Lontara Makassar

Aksara Lontara dalam perkembangannya memiliki perbedaan dengan aksara lainnya. Tidak ditemukan garis melengkung atau bengkok, lalu hanya dijumpai garis lurus ke atas dan ke bawah menjadi ciri khas aksara Lontara.

Karakteristik lain yang dapat Anda temukan di aksara Lontar dalam bahasa Lontara Makassar, yakni: pertemuan garis lurus ke atas dan garis lurus ke bawah terdapat patahan.

Ada yang menarik dari segi teknis penulisan Lontara dengan menggunakan garis tebal tipis. Garis lurus ke atas tebal dan garis lurus ke bawah tipis, kemudian tidak adanya huruf mati.

Hal yang menarik saat penulisan aksara Lontar dalam bahasa Lontara Makassar, adalah arah penulisan aksara dari kiri ke kanan tanpa spasi antar kata.

Aksara Lontar yang terdiri dari 23 dasar merupakan sistem tulisan abugida. Aksara Lontara tidak memiliki tanda baca virama (pemati vocal), juga menjadi salah satu ciri khasnya.

Dari penulisan seperti demikian aksara konsonan mati tidak dituliskan. Tetapi juga muncul tulisan Mandar menjadi kata “mdr”, atau “sr” dibaca sarang, maupun “sara “.

Tradisi Lontara Masyarakat Bugis dalam Bahasa Lontara Makassar

Masyarakat suku Bugis memiliki tradisi unik dalam pelestarian Lontara, dengan menggunakan Lontara sebagai alat untuk menyampaikan ide atau gagasan dalam bentuk tulisan Lontara.

Sebelum ditemukannya kertas sebagai media untuk menulis pesan, surat atau dokumen penting lainnya. Aksara Lontara merupakan satu dari lima aksara dunia setelah aksara Arab, Kawi, Kanji dan Latin.

Selain itu, Masyarakat Gowa memiliki kebiasaan memakai daun lontar sebagai media, yang kemudian dijadikan aksara resmi kerajaan.

Rauntala yang berarti daun tala, oleh masyarakat Makassar, aksara Makassar dalam bahasa Lontara Makassar  disebut Lontara.

Pelestarian Bahasa Lontara Makasar

Aksara Lontara terus berkembang hingga abad ke-20. Namun pada abad berikutnya, pelestarian terhadap bahasa Lontara Makassar memasuki babak baru.

Bahkan, aksara ini masuk sebagai mata pelajaran muatan lokal di lingkungan sekolah. Pada perkembangan berikutnya aksara Lontar dalam bahasa Lontara Makassar sering digunakan untuk melengkapi petunjuk jalan, nama gedung di daerah Sulawesi Selatan.

Baca Juga: Inilah Bahasa Gaul Makassar yang Sering Digunakan

Prestasi lain yang menarik dari Aksara Lontara dalam bahasa Lontara Makassar, yakni: mendaftarkan aksara Lontar ke Unicode oleh Yayasan Aksara Lontaraq Nusantara sejak tahun 1990-an.

Ke depan aksara Lontar tersebut akan dikembangkan dalam bentuk digitalisasi. Dari sinilah kemudian aksara Lontar bagian dari aksara resmi dengan tampilan huruf sesuai aslinya pada perangkat laptop, komputer hingga telepon seluler.

Digitalisasi selain dalam tampilan huruf Lontara pada perangkat media, tetapi juga berinovasi dengan kerjasama dengan pengelola nama domain internet Indonesia.

Lewat cara ini untuk memperkenalkan budaya khas suku Bugis dalam bentuk digitalisasi. Itulah ulasan singkat tentang bahasa Lontara Makassar semoga bisa menambah ilmu dan pengetahuan Anda.

 

 



Related Articles

Back to top button