Balita Terkunci Empat Hari dalam Rumah Bersama Mayat Neneknya

Baaca.id, JAKARTA — Anak lelaki berusia tiga tahun terkunci selama empat hari di dalam sebuah rumah yang terletak di Jalan Gambir Anom 2, Kelapa Gading, Jakarta Utara. Dia terkunci bersama neneknya, Oli yang diketahui telah meninggal.

Beruntung, balita malang ini ditemukan dalam keadaan selamat meski kondisinya sangat memprihatinkan karena terlihat kotor tak terawat dan tidak mengenakan pakaian.

Peristiwa ini pertama kali diketahui oleh Tika, Ketua RT di lingkungan tersebut. Dia curiga karena telah berhari-hari tidak melihat korban. Padahal biasanya Oli keluar masuk rumah dengan cucunya tersebut.

“Curiganya tempat sampah kok kosong. Biasanya dia beli online melulu, tetapi kok enggak pernah ada ojek. Saya curiganya di situ,” kata Tika kepada wartawan setelah balita itu dievakuasi.

Kecurigaannya bertambah tatkala Nenek Oli tidak menggubris petugas yang membawa dana pensiun datang ke rumahnya. “Selasanya petugas taspen datang, gedor-gedor, mau kasih uang pensiun tetapi ibunya enggak keluar,” tambah Tika.

Kemudian Tika mulai mencium bau tak sedap. Dia khawatir hal buruk menimpa tetangganya itu.

“(Kamis) paginya bau bangkai menyengat. Saya samperin satpam, saya lapor Pak RW, tetangga saya enggak keluar. Saya curiga sudah jadi mayat,” tutur Tika.

Mendapat laporan tersebut, pengurus RW dan petugas keamanan datang mengecek. Kekhawatiran Tika terbukti. Nenek Oli sudah meninggal dunia.

“Satpam lihat ternyata korban sudah menghitam wajahnya, sudah bau busuk,” ujar dia lagi.

Kapolsek Kelapa Gading AKP Rio Tobing membenarkan kejadian tersebut. Dia mengatakan, saat tiba di lokasi, pihaknya memanggil pemilik rumah namun tidak direspon.

“Jadi kami dobrak. Kami menemukan pemilik rumah dalam keadaan tidak bernyawa bersama dengan cucunya dalam keadaan telanjang,” ungkap Rio.

Rio menuturkan, Nenek Oli menderita penyakit TBC. Namun saat ini pihak berwenang tengah menyelidiki penyebab kematiannya. “Korban tinggal bersama cucunya. Saat ini, jenazah dievakuasi ke RSCM untuk dibersihkan dan menunggu keluarga korban,” kata Rio. (#)



Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button