Bandar Narkoba 13 Kg Menang Banding, Kejari Makassar: Kita Kasasi

Baaca.id, MAKASSAR – Kejaksaan Negeri (Kejari) Makassar akan melakukan upaya kasasi terhadap Dwi Putra, terdakwa kasus kepemilikan 13 kilogram narkoba. Dwi baru-baru memenangi proses hukum di tingkat banding.

Dwi yang sebelumnya divonis penjara seumur hidup, mendapatkan keringanan hukuman 20 tahun penjara.

“Majelis hakim menjatuhkan pidana dengan Jenis pidana (strafsoort) yang berbeda dengan tuntutan Penuntut Umum, dimana Penuntut Umum menuntut pidana mati terhadap terdakwa sedangkan Majelis Hakim tingkat banding menjatuhkan pidana penjara selama 20 tahun,” ujar Kasi Pidum Kejari Makassar Andi Khairil, Jumat (24/9/2021).

Menurutnya berdasarkan tuntutan yang diajukan, serta mengingat adanya perubahan putusan tingkat pertama oleh Pengadilan Tinggi Makassar, ada beberapa hal lagi yang menjadi dasar kasasi jaksa penuntut umum Kejari Makassar.

“Selain adanya perubahan putusan pengadilan tingkat pertama, barang bukti berupa satu unit mobil yang dalam tuntutan kami, harusnya disita untuk negara, oleh Majelis Hakim PT Makassar dikembalikan kepada yang terdakwa,” tukasnya.

Padahal lanjut Khairil berdasarkan Pasal 39 Ayat (1) KUHP menyebutkan barang-barang kepunyaan terpidana yang diperoleh dari kejahatan atau yang sengaja dipergunakan untuk melakukan kejahatan dapat dirampas untuk kemudian menjadi milik negara.

“Sehingga Kami berkesimpulan bahwa Judex Factie telah salah menerapkan hukum yakni dengan tidak menerapkan atau menerapkan peraturan hukum tidak sebagaimana mestinya,” pungkasnya.

Berdasarkan penelusuran, putusan banding terdakwa oleh Pengadilan Tinggi Makassar dengan nomor 484/PID.SUS/2021/PTMKS disebutkan dalam amar putusannya bahwa, atas permohonan banding terdakwa maka Majelis Hakim banding memutuskan dan mengadili: menerima permintaan banding terdakwa melalui penasihat hukumnya.

Selanjutnya mengubah putusan Pengadilan Negeri Makassar nomor 262/Pid.Sus/2021/PN Mks. Dari hukuman seumur hidup menjadi 20 tahun penjara.

“Menyatakan terdakwa Dwi Putra Abadi alias Dwi bin Nursalam terbukti secara sah dan menyakinkan bersalah melakukan tindak pidana Tanpa Hak atau melawan hukum menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menukar, atau menyerahkan Narkotika Golongan I yang melebihi 5 (lima) gram,” demikian bunyi amar putusan Pengadilan Tinggi.

Atas dasar itu, Dwi kemudian mendapatkan keringanan hukuman dan akan menjalani pidana badan selama 20 tahun.



Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button