Begini Aturan Main Pemerintah Terkait Halal Bihalal Lebaran 2022

BAACA.ID – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) telah mengeluarkan surat edaran yang mengatur soal aktivitas halal bihalal Lebaran Idul Fitri 2022. Surat Edaran ini bernomor 003/2219/SJ dan telah ditandatangani pada Jumat (22/4/2022).

Surat edaran itu ditujukan kepada sejumlah gubernur/wali kota di seluruh Indonesia. Surat ini mengatur terkait kapasitas tempat halal bihalal yang harus disesuaikan dengan level PPKM di masing-masing daerah, serta batas maksimal jumlah tamu yang diperbolehkan menikmati hidangan makanan atau minuman di tempat.

Baca Juga:

Aturan tersebut mengatakan Kegiatan halal bihalal disesuaikan dengan level daerah kabupaten/kota yang ditetapkan dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Level 3, Level 2, dan Level 1 Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di wilayah Jawa dan Bali.

Sehingga setiap para kepala daerah diperintahkan untuk memperhatikan Instruksi Menteri Dalam Negeri tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3, Level 2, dan Level 1. Lalu mengoptimalkan Posko Penanganan Corona Virus Disease 2019 di tingkat desa dan kelurahan untuk pengendalian penyebaran Covid-19 di wilayah Sumatera, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua yang berlaku.

Level PPKM ini juga digunakan sebagai patokan dalam menentukan jumlah tamu yang dapat hadir pada acara halal bihalal. Bagi wilayah dengan PPKM Level 3, jumlah tamu maksimal yang dapat hadir pada acara halalbihalal adalah 50 persen dari kapasitas tempat.

Sedangkan, wilayah dengan PPKM Level 2, jumlah tamu yang dapat hadir adalah 75 persen dari kapasitas tempat. Untuk wilayah dengan PPKM Level 1 jumlah tamu yang dapat hadir 100 persen dari kapasitas tempat.

Lebih lanjut masyarakat diimbau untuk menghindari acara yang mengundang keramaian dan memungkinkan peserta membuka masker karena rawan penularan Covid-19.

“Untuk kegiatan halalbihalal dengan jumlah di atas 100 orang, makanan/minuman disediakan dalam kemasan yang bisa dibawa pulang dan tidak diperbolehkan ada makanan/ minuman yang disajikan di tempat (prasmanan),” bunyi dalam surat edaran tersebut.

Dirjen Bina Adwil Kemendagri Safrizal ZA mengatakan pihaknya telah meminta Pemerintah Daerah membuat aturan lanjut di daerah masing-masing agar terus menjaga disiplin protokol kesehatan. Seperti memakai masker, mencuci tangan/menggunakan hand sanitizer secara berkala serta selalu menjaga jarak.

“Tak lupa untuk terus berkolaborasi dengan unsur Forkopimda, tokoh agama dan masyarakat, sehingga penerapannya dapat berjalan optimal di lapangan,” ujarnya dikutip dari sindonews.

Baca Juga: Jangan Bingung, Ini Rekomendasi HP Buat Lebaran di Bawah 2 Jutaan



Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button