Begini Penjelasan Pemerintah Soal 20 TKA China yang Masuk ke Makassar

Baaca.id, MAKASSAR – 20 tenaga kerja asing (TKA) asal China tiba di Makassar dari Jakarta melalui Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (3/07/2021). Kabar ini menghebohkan masyarakat karena terjadi pada masa PPKM Darurat.

Kementerian Ketenagakerjaan menjelaskan para TKA ini datang dalam rangka uji coba kemampuan untuk bekerja dalam Proyek Strategis Nasional PT Huady Nickel-Alloy di Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan.

“Pada lampiran nomor urut 96 memang Kawasan Industri Bantaeng, Provinsi Sulawesi Selatan, merupakan salah satu dari Proyek Strategis Nasional yang ada dalam Perpres dimaksud,” kata Kepala Biro Humas Kemnaker, Chairul Fadly Harahap, dalam siaran pers, Senin (5/07/2021).

Peraturan Presiden (Perpres) yang dimaksud yaitu Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2020 tentang Perubahan Ketiga Atas Perpres Nomor 3 Tahun 2016 tentang Percepatan Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional.

Sementara itu, Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub, Novie Riyanto mengatakan bahwa seluruh TKA asal China tersebut masuk ke Indonesia sebelum PPKM Darurat diterapkan. Awalnya mereka sampai di Bandara Soekarno-Hatta pada 25 Juni 2021 dan menjalani karantina.

“Kami sangat paham adanya keresahan masyarakat tentang warga asing yang masuk di tengah pengetatan mobilitas orang,” ucap Novie.

“Tetapi kami tegaskan, mereka datang terlebih dahulu sebelum PPKM dan telah memenuhi persyaratan keimigrasian dan lolos pemeriksaan kesehatan oleh Tim Kemenkes, sesuai protokol kedatangan orang dari luar negeri, di Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta,” tambah Novie dalam keterangannya, Senin (5/07/2021) kemarin.

Setelah menjalani masa karantina selama 5 hari, para TKA tersebut melanjutkan penerbangan ke Makassar menggunakan pesawat Citilink QG-426 dan tiba di Bandara Sultan Hasanuddin pada Sabtu, 3 Juli kemarin.

“Ketika TKA datang, masih berlaku SE Nomor 21 Tahun 2021 sehingga mereka harus menjalani masa karantina selama 5 hari, kemudian baru melanjutkan perjalanan ke Makassar pada 3 Juli 2021. Dengan demikian, jelas bahwa TKA tidak datang langsung dari China ke Makassar”, jelasnya.

Senada dengan Novie, Kepala Kantor Imigrasi Kelas 1 TPI Makassar, Agus Winarto juga mengatakan seluruh TKA datang sesuai prosedur.

“Semenjak Februari 2020, tidak ada penerbangan Internasional ke Bandara Internasional Hasanuddin. Jadi, mereka yang terbang ke Makassar itu sebelumnya sudah berada di Jakarta. Bukan penerbangan langsung (dari China) di Makassar,” tuturnya.

Agus juga membeberkan 20 TKA yang masuk ke Makassar belum mempunyai izin kerja dan masih dalam proses uji coba kerja selama 30 hari.

“Sebanyak 20 orang itu masih menunggu notifikasi dari pihak Kementerian Ketenagakerjaan dalam waktu satu bulan atau 30 hari. Saat ini mereka masih dalam uji coba,” ungkap Agus.

“Izin tinggal belum ada karena memang mereka masih uji coba. Nanti kita lihat lagi setelah itu, apakah notifikasinya keluar atau tidak. Kalau tidak ada notifikasi maka akan dipulangkan, tetapi bukan deportasi,” terangnya.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button