Belum Bisa Jadi Mesin Gol PSM, Anco Jansen Terus Disorot

Baaca.id — Legiun asing PSM Makassar, Anco Jansen terus menuai sorotan. Sejumlah pengamat sepak bola Sulsel menyoroti penampilan maupun kontribusi pemain berkepala plontos ini.

Dari delapan pertandingan yang telah dimainkan, Anco Jansen baru mencetak tiga gol. Masing-masing dua gol ke gawang Persebaya Surabaya dan satu gol ke gawang Persik Kediri.

Sejak saat itu, pemain berpaspor Belanda ini sudah tidak mencetak gol di empat pertandingan terakhir yang dia lakoni. Padahal, dia diharap dapat menjadi mesin gol PSM.

Mantan pelatih PSM, Syamsuddin Umar menyoroti posisi Anco Jansen. Dia melihat, kadang Anco bermain di sisi kiri, kadang pula bermain sebagai gelandang.

Menurut Syam, dampak tak jelasnya Anco Jansen membuat peran Wiljan Pluim sebagai pengatur serangan dan penyuplai bola terganggu. “Akhirnya terkadang dia malas. Sepak bola itu menyerang, bertahan, transisi, irama, di mana menekan dan di mana menutup,” katanya.

Bahkan, Syam mempertanyakan PSM merekrut Anco Jansen sebagai apa. “Kalau sebagai striker, kembalikan dia ke tupoksinya. Suporter selalu teriak tidak ada striker, jadi dicarilah striker. Sudah dapat striker memiliki kualitas tapi tak bermain di posisinya,” sesal Syam.

Hal senada diungkapkan manatan pemain PSM, Yusrifar Jafar. Dia menilai kekurangan PSM saat ini ada di penyelesaian akhir. Pemain di lini serang, kata Yusrifar, kurang kreasi dan variasi.

“Selama ini saya lihat PSM kurang di penyelesaian akhir. Ini harus di benahi,” katanya, Sabtu (30/10/2021)

Dia melihat, Anco Jansen yang diplot sebagai striker justru banyak bergerak ke sisi kiri, kanan dan menjemput bola di lapangan tengah. Harusnya, menurut dia, Anco cukup menjadi target man. Menunggu bola dalam kotak penalti. Sebab, di sisi kiri dan kanan sudah ada Ilham Udin Armaiyn dan Yakob Sayuri.

“Anco Jansen lebih baik jadi target man saja. Fokus dengan penyelesaian akhir,” tutur pemain yang membawa PSM juara Perserikatan 1992 dan Liga Indonesia 1999-2000 ini.

“Kalau Anco sudah keluar, daerah yang ditinggalkan tak ada yang isi. Ini kan harus ada gelandang serang langsung isi posisinya,” jelas Yusrifar.

Dia menyebut, pemain lokal berposisi striker patut diberikan kesempatan untuk bermain. Alasannya, penampilan Anco masih labil. Baru tiga gol dicetak dari delapan pertandingan dijalani.

“Harus kita kembangkan pemain lokal. Di lain sisi, pelatih bisa merotasi pemain. Perlu diberikan kesempatan kepada pemain lokal untuk membuktikan diri,” pungkas mantan pemain timnas Indonesia ini.

Sementara itu, pelatih PSM, Milomir Seslija membela pemainnya. Menurutnya, Anco Jansen sudah memberikan usaha terbaiknya bertarung di lapangan.

“Di PSM, kita tidak menunjuk siapa salah. Kita kalah sama-sama dan menang juga sama-sama,” katanya. (#)



Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button