Belum Temukan Pasal yang Disangkakan, Puluhan Karyawan Pinjol Akhirnya Dipulangkan

Baaca.id, SLEMAN — Pihak kepolisian belum menemukan pasal yang akan disangkakan kepada puluhan karyawan perusahaan pinjaman online (pinjol) ilegal yang diamankan di Sleman, DI Yogyakarta.

Dengan demikian, Polda Jawa Barat memulangkan puluhan karyawan tersebut ke Mapolsek Bulaksumur, Sleman, Yogyakarta dengan menggunakan tiga unit bus dan satu truk polisi yang mengangkut petugas.

Sebenarnya ada 79 orang karyawan yang dipulangkan dari Polda Jawa Barat. Namun, dua orang dijemput keluarganya di Mapolda Jabar, sehingga hanya 77 karyawan yang dipulangkan ke Yogyakarta.

Kapolsek Bulaksumur, Kompol Neko Budi Andoyo kepada wartawan mengatakan, sebelum dikembalikan kepada keluarganya, ke-77 karyawan pinjol ini terlebih dahulu diberi pembinaan oleh polisi.

“Ini kan diserahkan dari Polda Jabar dikembalikan ke keluarganya sementara masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut apakah nanti mereka masih ada keterlibatan atau tidak,” kata Neko.

Para karyawan ini sudah boleh kembali mengambil kendaraannya yang kemarin dititipkan di Polsek Bulaksumur. Selanjutnya, mereka diberi pembinaan oleh Bhabinkamtibmas.

Mereka diberi pesan agar dalam melakukan pekerjaan, harus juga mengedepankan masalah nurani. Apalagi masalah yang terkait dengan simpan pinjam, dalam menagih harus memakai perasaan.

“Orang meminjam itu ya menagihnya harus pakai rasa, jangan istilahnya dengan marah-marah karena dampaknya banyak yang depresi, bahkan sampai ada yang bunuh diri. Itu supaya tidak terulang, jadi kita kasih arahan pembinaan itu,” terangnya.

Neko menambahkan, para karyawan pinjol ini juga sudah diperiksa kesehatannya begitu tiba di Polsek Bulaksumur. Tujuannya agar tidak terjadi komplain dari keluarganya.

“Kita tanya satu per satu kondisi mereka sehat seperti pada waktu mereka dibawa ke sana. Jadi tidak ada yang kurang satu apapun,” imbuhnya.

Pasca peristiwa ini, Neko tak lupa mengimbau masyarakat agar berhati-hati dengan pinjaman online. Sudah banyak masyarakat yang menjadi korban akibat kejamnya pinjaman online tersebut.

“Kalau boleh mengimbau kepada masyarakat kalau melakukan peminjaman sebisa mungkin jangan menggunakan pinjaman online apalagi yang ilegal, karena hal itu dapat disalahgunakan oleh pihak-pihak lain,” pesannya. (#)



Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button