Berdayakan 4.098 Tenaga Kerja, Program TPS-3R Gelontorkan Rp97,2 M

Baaca.id, JAKARTA – Program Tempat Pengelohan Sampah Reduce, Reuse, dan Recycle (TPS-3R) terus dimaksimalkan. Dengan memberdayakan 4.098 tenaga kerja.

Setidaknya, Rp97,2 miliar dikucurkan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) buat program yang disebut juga Padat Karya Tunai (PKT) itu. Terutama buat pembangunan infrastruktur, khususnya infrastruktur berskala kecil atau pekerjaan sederhana yang tidak membutuhkan teknologi.

Dengan melibatkan masyarakat sebagai pelaku pembangunan, TPS-3R diharapkan tidak hanya mengurangi kuantitas sampah dari sumbernya, tetapi juga memberikan pembelajaran serta praktik langsung kepada masyarakat dalam pengelolaan sampah.

Di sisi lain, diharapkan juga menambah penyerapan tenaga kerja untuk mendukung daya beli masyarakat, terlebih pada masa pandemi Covid-19 saat ini.

“Adanya Program TPS-3R, masyarakat diajak untuk mengubah perilakunya agar membuang sampah pada tempatnya dan melakukan pengelolaan 3R terhadap sampah yang mereka hasilkan,” kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Jumat (8/10/2021).

Pada Tahun Anggaran 2021, Kementerian PUPR melalui Ditjen Cipta Karya mengalokasikan anggaran sebesar Rp 97,2 miliar untuk menyalurkan program TPS-3R yang tersebar di 162 lokasi. Kegiatan padat karya tunai ini diharapkan dapat menyerap tenaga kerja sebanyak 2.430 orang.

Tercatat sebagaimana terekam dalam sistem E-Monitoring Kementerian PUPR hingga 7 Oktober 2021, pukul 08.00 WIB, capaian pekerjaan fisik padat karya TPS-3R yang tersebar di 26 Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW), Ditjen Cipta Karya sebesar 94,14 persen dengan menyerap tenaga kerja sebanyak 4.098 orang, atau setara dengan 235.050 Hari Orang kerja (HOK).

Pekerjaan fisik Program TPS-3R yang telah selesai 100 persen, salah satunya di Jawa Tengah tersebar di 13 kabupaten/kota, yakni Kabupaten Boyolali, Cilacap, Kebumen, Magelang, Purworejo, Sragen, Temanggung, Wonosobo, Blora, Grobogan, Pati, Semarang, dan Kota Semarang.

Pada beberapa lokasi penerima bantuan Program TPS-3R, sampah yang telah dipilah dan diolah juga dimanfaatkan sebagai pengganti bahan bakar atau bahan campuran aspal.

Misalnya untuk sampah organik berupa ranting dan dedaunan, dapat diolah menjadi bahan bakar berbentuk pelet/briket, sementara untuk sampah non-organik berupa kantong plastik dicacah untuk menjadi bahan campuran aspal plastik. (*)



Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button