Berpoligami dengan Janda, Program Khusus PKS Siasati Derita Korban Covid-19

Baaca.id, JAKARTA — Partai Keadilan Sejahtera (PKS) meluncurkan program yang diberi nama solidaritas tiga pihak. Salah satu diantaranya adanya bagi kader PKS yang mampu, disarankan berpoligami dengan janda.

Aturan itu tercantum dalam program Unit Pembinaan Anggota (UPA) PKS di poin delapan. Bunyi poin tersebut yakni, anggota laki-laki yang mampu dan siap beristri lebih dari satu, mengutamakan pilihannya kepada janda.

Program itu menjadi perbincangan publik. Publik menilai program tersebut sangat aneh.

Ketua Dewan Syariah Pusat PKS, Surahman Hidayat pun memberikan penjelasan. Melalui pernyataan resminya yang dikutip dari tvOnenews.com, Surahman mengatakan jika ini merupakan penyiasatan derita korban Covid-19.

“Ini baik ibu maupun yatim agar tidak menjadi korban. Pemikiran dasarnya seperti itu,” ujar Surahman dalam pernyataan resminya, Kamis (30/9/2021).

Berdasarkan data dari Kementerian Sosial, per awal September 2021, sedikitnya ada 25 ribu anak yatim akibat orang tuanya meninggal karena Covid-19. Anak yatim piatu itu tersebar di seluruh provinsi. Terbanyak ada di Provinsi Jawa Barat, kemudian Jawa Tengah dan DKI Jakarta.

Surahman mengatakan, sesuai arahan Majelis Syura PKS, persoalan dampak Covid-19 yang menimbulkan banyak korban anak yatim perlu mendapat perhatian khusus.

“Persoalan ini akan lebih jernih dan tenang kalau dibahas oleh para ibu, karena yang jelas banyak menderita adalah para ibu dengan mengurus anak yatim,” papar Surahman.

Surahman menambahkan, program pembinaan anak yatim sebenarnya merupakan program yang biasa berjalan di internal partai. Namun karena kondisi Covid-19, program ini menjadi program khusus. “Ini dapat momentum jadi program khusus. Kita tekankan persoalan yatim, yatim, yatim,” tegas dia.

Ia juga menegaskan bahwa poligami diperbolehkan dalam ajaran agama Islam, terlebih dengan tujuan sakinah, mawaddah, warohmah dan berkontribusi dalam dakwah.

“Kita bikin etikanya demikian. Bagi yang punya kemampuan, ya silakan bantu itu para fakir miskin, bantu itu anak yatim, dan seterusnya,” kata dia. (#)

 



Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button