Besar Iuran BPJS Ketenagakerjaan

Baaca.id — Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan adalah instrumen baru pengganti Jamsostek (Jaminan Sosial Tenaga Kerja) yang sudah dikenal sebelumnya sebagai alternatif dari asuransi sosial para pekerja.

BPJS Ketenagakerjaan yang disingkat dengan BPJSTK mulai beroperasi sejak 1 Juli 2015, yang dikelola oleh PT. Jamsostek (Persero). Namun layanan Jamsostek berubah menjadi BPJS Ketenagakerjaan sejak 1 Januari 2014.

Sejak PT Jamsostek bertransformasi menjadi BPJS Ketenagakerjaan perusahaan dan pemberi keerja wajib mendaftarkan karyawannya sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan. Nah apa saja jenis besar iuran BPJS Ketenagakerjaan yang harus dibayarkan setiap bulannya?

Apa itu Iuran BPJS Ketenagakerjaan?

Iuran BPJS Ketenagakerjaan merupakan salah satu biaya yang harus dibayar oleh perusahaan /pemberi kerja dan karyawan yang menjadi peserta. Sebagai gantinya, peserta akan memperoleh manfaat berupa perlindungan atas sejumlah risiko kecelakaan kerja, PHK dll.

Besar iuran BPJS Ketenagakerjaan nanti dapat dicairkan oleh peserta dengan syarat peserta tak lagi berstatus sebagai karyawan atau memang sedang tak bekerja.

Rincian Iuran BPJS Ketenagakerjaan

Setiap karyawan/ pekerja yang sudah terdaftar dalam program BPJS Ketenagakerjaan secara otomatis akan mendapatkan 4 manfaat meliputi Jaminan Kematian (JK), Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Pensiun (JP).

Manfaat yang akan didapat tersebut memiliki tarif tersendiri yang berbeda-beda. Oleh karena itu, untuk mendapatkan perhitungan besara iuran BPJS Ketenagakerjaan yang tepat, kita harus mengetahui detail iuran permasing-masing manfaat tersebut.

Baca Juga:

Jaminan Hari Tua (JHT)

JHT merupakan salah satu manfaat yang diberikan saat peserta tidak lagi aktif bekerja. Manfaat yang akan diberikan merupakan sebuah uang tunai yang berasal dari akumulasi besar iuran BPJS Ketenagakerjaan yang disertai dengan bunga hasil pengembang dana.

Akan tetapi, untuk mencairkan dana JHT peserta harus memenuhi sejumlah persyaratan. Berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) No. 60 Tahun 2015, berikut beberapa ketentuan dan syarat pencairan dana JHT :

  1. Pencairan JHT 10% dan 30% hanya dapat dilakukan untuk peserta yang masih bekerja, dengan syarat usia kepesertaan sudah menginjak 10 tahun. 10% untuk dana persiapan pensiun, 30% untuk biaya perumahan.
  2. Pencairan JHT sampai 100% hanya diperuntukkan bagi peserta yang sudah tidak lagi bekerja (resign atau PHK) dengan memenuhi 5 hal berikut ini:
  • Peserta harus menunggu minimal 1 bulan sejak keluar dari pekerjaan.
  • Kartu BPJSTK harus memiliki paklaring.
  • Kepesertaan harus dalam keadaan non aktif.
  • Membawa dokumen persyaratan pencairan.
  • Besar Iuran BPJS Ketenagakerjaan harus dibayarkan paling lama tanggal 15 setiap bulan. Keterlambatan pembayaran akan dikenakan denda 2% untuk setiap bulan keterlambatan.

Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK)

Program BPJS Ketenagakerjaan selanjutnya adalah JKK. Program ini memberikan manfaat perlindungan risiko kecelakaan yang berhubungan dengan pekerjaan, baik itu di tempat kerja maupun kecelakaan menuju tempat kerja.

Berikut ini beberapa manfaat yang akan diperoleh dari program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) yang harus Anda ketahui:

  • Bantuan perawatan tanpa batas biaya yang sesuai dengan kebutuhan medis.
  • Mendapat santunan kematian sebanyak 48 kali dari upah yang dilaporkan karena kecelakaan kerja.
  • Mendapatkan bantuan beasiswa untuk satu orang anak sebesar Rp 12 juta.

Jaminan Kematian

Besar Iuran BPJS Ketenagakerjaan yang berikutnya adalah program Jaminan Kematian (JK). Program ini diberikan dalam bentuk uang tunai kepada ahli waris saat peserta meninggal dunia yang bukan disebabkan karena kecelakaan kerja.

Berikut ini beberapa manfaat yang akan diperoleh ahli waris dari program JKK:

  • Mendapatkan biaya pemakaman senilai Rp 3 juta.
  • Bantuan dana selama 24 bulan senilai Rp 4,8 juta yang akan diberikan sekaligus.
  • Ahli waris akan mendapat uang tunai senilai Rp36 juta.
  • Satu orang anak dari ahli waris akan mendapat beasiswa senilai Rp 12 juta.
  • Mendapat santunan sekaligus senilai Rp 16,2 juta.

Jaminan Pensiun

Program Besar Iuran BPJS Ketenagakerjaan yang terakhir adalah Jaminan Pensiun. Program ini diberikan oleh BPJS Ketenagakerjaan untuk mempertahankan kehidupan yang layak untuk para peserta maupun ahli waris setelah memasuki usia pensiun.

Berikut ini beberapa manfaat Jaminan Pensiun berdasarkan situs BPJS Ketenagakerjaan:

  1. Mendapat uang tunai bulanan jika peserta sudah memenuhi iuran minimum 15 tahun atau 180 tbulan, saat memasuki usia pensiun sampai meninggal dunia. Uang tunai bulanan akan didapatkan juga jika peserta mengalami kecelakaan kerja.
  2. Anak yang didaftarkan dalam program pensiun akan mendapatkan bantuan uang tunai bulanan sampai usia mencapai 23 tahun.

Iuran harus dibayarkan untuk program Jaminan Pensiun adalah masing-masing 1% oleh pekerja dan 2% oleh perusahaan namun Besar Iuran BPJS Ketenagakerjaan untuk program Jaminan Pensiun berubah pada setiap tahunnya karena mengikuti inflasi pada umum.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button