Bukti Tidak Cukup Jadi Alasan Penghentian Kasus Dugaan Pemerkosaan Anak di Lutim

Baaca.id, JAKARTA – Berembus rumor, kasus pemerkosaan tiga anak di bawah umur di Luwu Timur (Lutim) dihentikan karena terlapor yakni ayah kandungnya sendiri merupakan pejabat ASN.

Belakangan, kabar tersebut disangkal pihak Kepolisian Republik Indonesia (Polri). Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Pol Rusdi Hartono menegaskan, penghentian kasus pemerkosaan tiga anak di bawah umur di Lutim lantaran penyidik tidak menemukan kecukupan alat bukti.

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Rusdi Hartono

Disebutkan, dalam menangani suatu kasus, pihak kepolisian tidak melihat latar belakang pelaku maupun terlapor.

“Polri bekerja berdasarkan alat bukti. Kemudian juga penyidik itu independen. Sekali lagi, Polri bekerja berdasarkan alat bukti dan penyidik itu independen,” terang Rusdi Hartono di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Minggu (10/10/2021).
Diungkapkan, ketika alat bukti terkait kasus pemerkosaan anak di Lutim digelarperkarakan, kemudian disimpulkan belum cukup bukti telah terjadi tindak pidana.

“Oleh karena itu, saat itu penyelidikannya dihentikan. Dasarnya seperti itu. Berdasarkan data objektif dari penyidik itu sendiri,” jelas Rusdi.

Dalam penanganan kasus dugaan pemerkosaan, termasuk di Luwu Timur Rusdi melanjutkan, penyidik menggunakan berbagai data ilmiah. Termasuk hasil kesimpulan pemeriksaan medis dan psikologis.

“Tentunya di sini melibatkan dokter yang memahami tentang masalah-masalah seperti itu. Ini bagian bagaimana penyelidikan itu dilakukan secara ilmiah,” kata Rusdi.

Diwartakan Baaca.id sebelumnya, Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman menegaskan agar kasus asusila yang menimpa tiga anak oleh ayah kandungnya sendiri di Lutim harus diusut secara tuntas.

Menurut dia, dugaan kekerasan seksual terhadap anak itu tidak rasional. Bahkan kata Andi Sudirman, Pemprov Sulsel telah membentuk tim guna menelusuri faktanya.

“Kita beri kesempatan kepada teman-teman aparat penegak hukum dan tim untuk bekerja bersama dan selidiki. Perlu melakukan penyelidikan secara menyeluruh sesuai prosedur dan ungkap kasus ini dengan sebenar-benarnya,” tegasnya. (*)



Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button