Program Semalam di Desa, Bupati Luwu Utara Nginap di Rumah Warga

Baaca.id — Pekan lalu, dunia media sosial dihebohkan oleh seorang Bupati Luwu Utara, Sulawesi Selatan yang menjadi sorotan netizen berkat fotonya yang sedang menaiki motor trail di jalan yang berlumpur.

Bupati tersebut memakai celana panjang, rompi dan sepatu boots tinggi, beliau duduk diapit muatan yang penuh pada bagian depan dan belakang motor. Dia sering mengendarai motor untuk menyambangi warganya yang tersebar di daerah seluas 7.502,58 kilometer persegi.

Maklum saja di Kabupaten Luwu Utara tak semua jalannya diaspal, masih ada sebagian jalan yang berlumpur. Indah juga sering blusukan ke daerah terpencil sejak memimpin Luwu Utara pada 2016.

Program dari Bupati Luwu Utara tersebut bermalam di desa yang dia inisiasi untuk melihat langsung kondisi penduduknya. Program semalam di desa yang sudah berjalan selama hampir 4 tahun ini sudah memberikan kontribusi sebanyak 44 desa dari 166 desa dan 11 kecamatan di Kabupaten Luwu Utara.

Ia adalah Indah Putri Indriani. Wanita kelahiran 7 Februari 1977 tersebut merupakan perempuan pertama yang berhasil menjadi kepala daerah di wilayah Sulawesi Selatan. Ia merupakan Bupati Luwu Utara periode 2016-2021.

Bahkan, Indah sudah mencatatkan sejarah baru pada pilkada di Sulawesi Selatan karena menjadi perempuan pertama yang menjabat Bupati di provinsi tersebut. Bagi setiap orang yang dekat dengannya, ia dinilai cerdas, cantik dan tangguh.

Motor yang dipakai Bupati tersebut milik ojek yang ada di Kecamatan Seko pada 29-30 Mei lalu. Saat itu dia sedang mengantarkan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa ke-6 dari 12 desa terpencil di Seko.

Hal tersebut dilakukan untuk memastikan bahwa pembagian bantuan tepat sasaran. Namun, untuk sampai ke Kecamatan Seko dengan menggunakan sepeda motor yang ditempuh sekitar sembilan jam sebab jalannya berlubang dan sebagian tertutup longsoran akibat hujan.

“Untuk bisa lewat, kami harus antre. Itu pun sudah lama, kaget juga kami kok jadi viral sekarang. Kalau ada yang menganggap itu hanya sebagai pencitraan ya terserah,” ujar Indah.

Pada pertengahan Maret, Indah Putri Indriani menjadi perhatian netizen saat ikut meletakkan batu pertama bangunan gereja jemaat Ebenhaezer Masamba. Bukan itu saja yang mengagumkan, ternyata dia juga ikut membiayai pembangunan dari koceknya sendiri.

Baca Juga:

Saat dikonfirmasi, ia menyebutkan sebagai hal biasa dan wajar di tengah masyarakat Luwu Utara yang heterogen. Penduduk muslim disana berjumlah 320 ribu orang, penduduk Kristen Protestan berjumlah 60 ribu, Katolik 8 ribu dan Hindu terdaoat 12 ribu orang.

Tak semua aksi Indah yang pernah menjadi dosen Ilmu politik di UI dua universitas lain di Jakarta dilakukan terbuka dan disebarkan melalui humas pemda.

Indah juga memborong 5 tom beras dari pemilik pabrik penggilingan padi Gapoktan Karya Tani, Suswantopo pada 18 April. Pembelian beras itu untuk menjami ketersediaan pangan di tengah pandemi COVID-19.

Sebelum menjabat sebagai Bupati Luwu Utara, saat berusia 33 tahun Indah pernah menjadi Wakil Bupati Luwu Utara pada periode 2010-2015 berpasangan dengan Arifin Junaidi.

Tak hanya terjun di dunia politik, wanita 43 tahun ini juga berprofesi sebagai dosen di beberapa universitas terkemuka. Ia juga tercatat sebagai staf pengajar program S1 dan ekstensi FISIP Universitas Indonesia (UI), dosen pascasarjana Ilmu Politik UI, dosen FISIP Universitas Bung Karno serta dosen FISIP Universitas Muhammadiyah Jakarta.

Bupati berparas cantik ini, memiliki suami bernama Muhammad Fauzi. Mereka dikaruniai dua anak perempuan yang saat ini sudah beranjak remaja, Indah juga sering membagikan momen kebersamaan dengan suami dan kedua buah hati melalui akun Instagram pribadi.

Lebih mengejutkannya lagi, Bupati Luwu Utara ini tidak pernah menurunkan tim survei sebelum ia bermalam terlebih dahulu.

“Alhamdulilah sudah berjalan 44 desa, saya tidak menurunkan tim khusus untuk survei, justru kita ingin tahu apa sih masalah mereka. Bagi saya, yang paling penting ialah merasakan apa yang mereka rasakan secara langsung,” ungkap istri Muhammad Fauzi.

Related Articles

Back to top button