Bupati Majene Curi Ilmu Pengembangan Rumput Laut dan Kotaku di Bantaeng

Baaca.id, BANTAENG — Kabar tentang keberhasilan sejumlah program yang dijalankan Pemkab Bantaeng rupanya terdengar hingga ke Kabupaten Majene, Sulawesi Barat (Sulbar).

Saat menemui Bupati Bantaeng, Ilham Azikin, Senin (15/3/2021), Bupati Majene, Lukman Nurman mengaku ingin mereplikasi keberhasilan Bantaeng, terutama pada pengembangan rumput laut dan Kota Tanpa Kumuh (Kotaku).

Tak sendiri, Lukman Nurman juga mengajak jajaran Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) Program Kotaku Majene. Rombongan dari Majene itu diterima di ruang pola Kantor Bupati Bantaeng, Kelurahan Lamalaka, Kecamatan Bantaeng.

“Saya ingin mencuri ilmu dari kabupaten Bantaeng. Kemudian saya akan bawa ke Majene. Minimal Majene bisa mendekati (keberhasilan) Bantaeng. Saya ingin merubah Majene mendekati Bantaeng,” aku Lukman.

“Insyaallah, setelah masa jabatan saya selesai, saya ingin menjadi petani rumput laut di Majene. Kalau Bantaeng bisa, Majene juga harus bisa,” imbuhnya.

Sementara Bupati Bantaeng, Ilham Azikin mengatakan, Bantaeng dan Majene memiliki kesamaan di beberapa aspek. Di antaranya, sejarah dan kondisi geografis. Dia berharap lahir silaturahmi dan kolaborasi program pembangunan yang baik antara kedua daerah.

Bupati bergelar doktor ilmu pemerintahan itu menyampaikan, selama tahun 2017 sampai 2020, Bantaeng telah berhasil menata dan mengurangi pemukiman kumuh sebesar 31,22 hektare. Konsentrasinya berada pada kawasan kota, tepatnya di Kelurahan Lamalaka, Pallantikang, Letta, dan Tappanjeng.

“Selanjutnya sampai tahun 2023 kita menargetkan penanganan kawasan kumuh sebesar 14,85 hektare. Melalui program sinergitas mulai dari pusat sampai daerah ini diharapkan mengoptimalkan penanganan dan pengurangan kawasan kumuh,” kata mantan Ketua KNPI Sulsel itu.

Bupati Bantaeng juga menyampaikan, di Bantaeng kini telah hadir inovasi UPTD Pusat Penanganan Gizi Terpadu yang merupakan UPTD Gizi Pertama di Indonesia. Dia menyebut terobosan itu mendapat apresiasi dari pemerintah pusat karena mampu mengintegralkan 10 OPD dalam penanganan gizi dan stunting.

“Alhamdulillah UPTD ini mendapat apresiasi dari pemerintah pusat dan beberapa waktu lalu diresmikan oleh Menko PMK dan Kepala BKKBN,” kata dia.

Dia menambahkan, Bantaeng dan Majene pada dasarnya memiliki kesamaan. Keduanya adalah daerah afdeling di Pulau Sulawesi. Dari sisi geografis, Bantaeng dan Majene ini memiliki kesamaan.

“Kita memiliki kesamaan dari sisi geografis. Dari sisi kesejarahan, kita juga sama-sama adalah afdeling,” jelas dia. (*)



Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button