Bupati Maros Sebut Proses Identifikasi Pemilik Lahan KA Terus Dilakukan

Kereta Api Makassar-Parepare

Baaca.id – MAKASSAR – Kereta Api Trans Sulawesi, tahap Makassar-Parepare saat ini terus dikerjakan. Dari target 145 Km, saat ini yang telah di rampungkan 47 Km, di Kabupaten Barru termasuk sebagian jalur pelabuhan Garongkong.

Ditengah target penyelesaian, lahan masih menjadi kendala utama yang dihadapi. Bahkan, untuk mempercepat itu maka Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan telah membentuk tim Percepatan Pembebasan Lahan Kereta Api Makassar-Parepare, yang diketuai Kepala Daerah masing-masing.

Bahkan untuk mempercepat pembebasan lahan, koordinasi terus dilakukan agar ini tak menjadi hambatan dalam membangun jalur Kereta Api tersebut.

Bupati Maros, Chaidir Syam mengaku saat ini progres lahan Kereta Api di Maros cukup bagus, ada beberapa masih dalam proses identifikasi siapa pemilik lahannya.

“Sudah di laporkan ke BPN, Insya allah bisa selesai. Inikan ada juga masuk ke pengadilan untuk konsiyasi,” kata Chaidir, Rabu.

Menurut Chaidir, proses identifikasi lahan sangat penting dilakukan agar kepastian pemilik lahan diketahui. “Ada lahan yang masih dicari siapa pemiliknya, kami harus berhati-hati, jangan gegabah dalam melakukan pembayaran,” terangnya

Sampai saat ini, untuk pembebasan lahan di Kabupaten Maros, dari data pada saat rapat percepatan pembebasan lahan di Kantor Gubernur Selasa (13/4) untuk
panjang jalur KA di sana 19,3Km dengan total bidang lahan 938 bidang dan yang sudah terbayarkan ada 574 bidang dan belum terbayar ada 283 bidang

Sedangkan untuk Stasiun Depo dan Balayasa ada 314 bidang, 157 telah terbayarkan dan 133 belum terbayarkan. (*)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button