Tarian Candoleng-candoleng Sidrap

Baaca.id — Candoleng-candoleng Sidrap merupakan tarian striptis ala kampung yang pernah mewabah pada tahun 2008. Saat itu, aksi goyang nakal para biduan yang tidak hanya di praktikkan di Sidrap tetapi juga di kawasan Ajatappareng (Barru, Parepare, Pinrang, Sidrap, Enrekang dan Wajo).

Organ tunggal yang menyuguhkan tarian Candoleng-candoleng akan laris di bulan Sa’ban maupun satu bulan menjelang Ramadhan dan satu bulan setelah bulan Ramadhan yaitu Syawal.

Suku Bugis percaya bahwa pada bulan-bulan tersebut merupakan waktu yang sangat baik untuk melangsungkan pernikahan. Namun aksi Candoleng-candoleng Sidrap pernah hilang sebab dilarang oleh pemerintah daerah setempat.

Untuk mereka yang nekat melaksanakan atau beraksi akan terancam pidana dengan Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2002 tentang Pornografi dengan ancaman penjara 10 tahun serta denda sebesar Rp 6 Miliar.

Namun belakangan ini para pelaku Candoleng-candoleng kembali turun gunung, marak lagi di Sidrap. Kapolres Sidrap tak mau tarian pengundang syahwat ini kembali beraksi di wilayahnya.

Tidak semua orang menganggap bahwa kehidupan sosial di perkotaan jauh lebih berbahaya dari pada kehidupan di pedesaan dan daerah pedalaman. Namun pada kenyataannya pendapat seperti itu dapat dipatahkan dengan kenyataan terbaru.

Pada daerah pedalaman Sulawesi Barat dan Selatan tengah marak dipertontonkan tarian erotis di pesta-pesta rakyat, lebih cenderung ke pornoaksi. Candoleng-candoleng merupakan bentuk hiburan yang sering digelar oleh masyarakat untuk menyemarakkan hajatan.

Saat ini Candoleng-candoleng Sidrap kembali ramai digelar di daerah Polewali Mandar sampai merambah ke Makassar. musik organ tunggal ini dilengkapi dengan suguhan tarian erotis yang mengumbar tubuh elok biduan yang tidak pernah mati.

Candoleng-Doleng Erotis Ala Sidrap

Dengan diiringi hentakan musik ‘house dangdut’ terdapat tiga orang penyanyi wanita meliuk-liuk diatas panggung. Akan tetapi anehnya jarang sekali dari mulut mereka terdengar nyanyian. Sedangkan di tengah pementasan, mereka justru lebih sering mengumbar desahan-desahan.

Saat ini Candoleng-candoleng semakin lama goyangan mereka semakin “brutal”. Mereka berjoget-joget sambil membuka pakaian yang sebenarnya sudah terbilang mengundang syahwat tersebut.

Baca Juga:

Dalam menit-menit berikutnya adegan demi adegan panas mereka suguhkan, tak hanya bapak-bapak dan remaja yang menyaksikan organ tunggal super heboh itu. Namun ada juga bocah-bocah usia belasan ikut melotot menyaksikan Candoleng-candoleng Sidrap.

Candoleng-candoleng Sidrap pada beberapa tahun terakhir sering di jumpai di acara-acara pesta pernikahan di Kabupaten Sidrap Sulawesi Selatan. Masyarakat Sidra tarian tersebut mereka sebut dengan hiburan candoleng-doleng.

Awal mula Candoleng-candoleng berasal dari plesetan syair lagu penyanyi dangdut yang terkenal dengan Itje Trisnawati, yang menjadi mantan istri aktor Eddy Soed. Dalam bahasa Indonesia, candolen-doleng berarti ‘berjuntai-juntai’.

Goyang Candoleng-candoleng Sidrap mulai dikenal di Sidrap pada tahun 2003 lalu. Dalam sekejap, goyangan erotis tersebut sangat populer karena ditampilkan secara murah meriah pada pesta pernikahan maupun dalam acara pesta yang lainnya.

Dengan show yang murah meriah ditampilkan secara khusus oleh penyanyi grub elekton. Aksi tersebut memiliki durassu sampai tiga puluh menit, saat beraksi penyanyi tersebut biasanya tidak tampil sendiri. Mereka tampil berdua maupun bertiga.

Dalam goyangan Candoleng-candoleng Sidrap selalu menampilkan goyangan yang ‘seksi’ dengan menggunakan baju ketat dan sangat minim. Entah siapa yang mempopulerkan candoleng-doleng, namun yang jelas wabah hiburan tersebut erotis.

Tarian Candoleng-candoleng Marak di Daerah

Tarian Candoleng-candoleng Sidrap menjadi salah satu tarian yang pernah marak di Sidrap dan beberapa kabupaten yang lainnya, saat ini  mulai merambah Makassar. Namun kepolisian sektor kota Tamalanrea sudah mengamankan lima orang penyanyi tersebut.

Tindahkan tersebut dilakukan petugas setelah pihaknya mendapatkan informasi dari kalangan masyarakat bahwa ada tarian Candoleng-candoleng Sidrap yang memperlihatkan tarian yang pornografi.

Penyanyi elekton tersebut menampilkan tarian erotis. Sejumlah warga yang menonton penampilan mereka mulai menyawer membagi-bagikan uang dengan cara dimasukkan ke dalam pakaian sang penyanyi.

Membuat Candoleng-candoleng Sidrap sudah sangat memperngaruhi nilai dan norma dalam masyarakat bahkan terhadap kepribadian seseorang.



Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button