Penyebab dan Cara Memperbaiki Persneling Mobil yang Keras

Baaca.id – Penyebab persneling mobil keras pada umumnya disebabkan oleh usia kendaraan yang sudah tua dan munculnya kendala pada sistem transmisi, khususnya pada bagian persneling. Umumnya masalah yang sering timbul yaitu persneling yang cukup keras.

Kondisi tersebut tidak hanya ditemukan pada mobil bertransmisi manual, akan tetapi juga otomatis. Masalah ini dinilai sering terjadi bagi kamu atau siapapun yang mengendarai kendaraan roda empat ini jika tidak bisa merawatnya dengan baik.

Persneling yang keras ini membuat perpindahan tuas menjadi susah atau keras. Sehingga untuk transmisi manual, kamu akan mengalami susahnya melakukan perpindahan gigi. Bagi transmisi otomatis juga begitu, pada saat pindah dari posisi P ke D atau R untuk mundur akan terasa kerasnya tuas persneling ini.

Lalu, apa penyebab persneling ini menjadi keras sehingga susah untuk masuk dan pindah gigi? Kemudian bagaimana cara memperbaiki persneling mobil yang keras? Ada beberapa faktor yang mengakibatkan terjadinya masalah pada transmisi ini, sebelum kamu berangkat ke bengkel, ada baiknya kamu melakukan cek sendiri penyebab perseneling keras seperti berikut ini.

Baca Juga:

Penyebab Persneling Keras

1. Kabel Tuas Perseneling

Pertama yang harus kamu cek pada saat perseneling mobil keras yaitu dengan cara melihat kabel tuas persnelingnya karena umumnya kabel ini bisa macet. Akan mengakibatkan tuas perseneling akan terasa menjadi lebih berat dan keras. Apabila ini masalahnya maka sebaiknya kamu membawa mobil ke bengkel terdekat untuk segera melakukan perbaikan.

2. Bushing Tuas Perseneling

Selanjutnya yang bisa kamu cek sendiri yaitu bushing atau karet dari tuas perseneling itu sendiri. Karena berbahan karet, maka resiko bushing ini bisa menjadi getas dikarenakan oleh umur dan pemakaian. Hal ini dapat mengakibatkan mobil akan mengalami susah masuk gigi.

3. Kabel Kopling

Pengecekan berikutnya yaitu kabel kopling di mana pada umumnya juga mulai keras akibat umur. Kabel kopling ini memiliki dua jenis, yaitu di antaranya kabel kopling biasa dan kopling hidrolik. Untuk kabel kopling biasa berkarat sehingga mengakibatkan tuas persneling menjadi macet dan keras.

Sedangkan untuk kopling hidrolik kamu harus cek master kopling apakah terjadi kebocoran atau tidak. Apabila terjadi kebocoran maka tekanan hidrolik menjadi terganggu sehingga mengakibatkankan tuas perseneling menjadi keras.

Untuk perbaikan masalah tersebut tentunya kamu harus membawa mobil ke bengkel terdekat supaya dapat ditangani dengan maksimal.

4. Bushing Kabel Selector Pecah

Jangan pernah terpaku pada kabel tuas persnelingnya saja, akan tetapi periksa bushing kabel selector oblak yang mengakibatkan persneling mobil kamu semakin keras lantaran bagian ujungnya pecah.

Hal penting lainnya untuk diperhatikan yaitu ujung kabelnya memiliki fungsi sebagai peredam getaran yang berada di transmisi agar tidak bisa mengalir sampai ke dalam tuas transmisi yang mengakibatkan sistem pengemudian mobil menjadi terganggu.

5. Input Shaft Spline Transmisi yang Rusak dan Berkarat

Selanjutnya yang menyebabkan persneling mobil keras yaitu input shaft spline transmisi rusak maupun berkarat. Kamu harus mengetahui bahwa keberadaannya terletak pada bagian kopling mobil dan tersambung dengan kampas kopling atau clutch disc.

Maka dari itu, pada saat input shaft tersebut berkarat bahwa kondisi ini akan mengikat kampas kopling dan sulit memberikan gerakan bebas terhadap clutch disc pada spline transmisi itu sendiri.

 Cara Memperbaiki Persneling Mobil yang Keras dengan Tepat

Bagaimana cara memperbaiki persneling mobil yang keras dengan baik dan benar?

Penyebab persneling mobil keras sebenarnya mampu ditangani dengan cepat dan tepat. Berikut ini adalah cara memperbaiki persneling mobil yang keras yang dilansir dari Mobil888.astra.co.id berikut ini.

  • Masalah pada perseneling mobil ini sebenarnya bisa kamu cegah dengan melakukan perawatan secara rutin terkait transmisi. Misalnya seperti dengan melakukan pergantian oli transmisi atau oli girboks. Sebaiknya pergantian oli ini untuk mobil manual dilakukan setiap 10.000 km. Jadi tidak hanya oli mesin saja yang harus rutin diganti akan tetapi oli transmisi juga seperti itu. Atau bisa juga dengan mengganti oli transmisi setiap 2 kali penggantian oli mesin.
  • Selain oli transmisi, usahakan juga untuk pengendara tersebut mengganti oli gardan. Terutama untuk mobil penggerak roda belakang atau rear wheel drive, di mana oli gardan juga wajib diganti pada interval waktu yang sudah ditentukan. Harus rajin mengganti oli transmisi dan jangan melupakan pengecekan pada bagian transmisi dan kopling.
  • Sebaiknya kamu melakukan perawatan berkala setiap 20.000 km untuk komponen seperti pelat kopling, matahari, sampai syncromesh ring. Bagian terakhir ini lumayan cukup rumit dikarenakan letaknya di dalam girboks dan mempunyai fungsi untuk menyamakan putaran antara roda gigi transmisi.

    Putaran yang sama akan membuat proses perpindahan gigi menjadi lebih gampang dan halus. Pada saat syncromesh ring ini mengalami aus, maka proses untuk menyamakan kecepatan antara masing-masing roda gigi akan semakin susah dan mengakibatkan gigi persneling susah masuk.

  • Ganti dengan komponen yang berhubungan dengan transmisi dan kopling yang sudah mulai aus, akan tetapi jangan sampai melupakan cara berkendara kamu karena hal ini akan mempengaruhi keawetan sistem transmisi ini.

Itulah beberapa penyebab berikut cara memperbaiki persneling mobil yang keras, yang dapat kami sampaikan. Semoga artikel ini dapat menambah wawasan dan ilmu pengetahuan kalian.



Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button