Cara Mengetahui Janin Sehat Tanpa USG

Baaca.id — Momen hamil menjadi salah satu hal yang paling menyenangkan sekaligus mendebarkan bagi para ibu. Apalagi bagi para ibu yang sedang mengalami kehamilan saat pandemi virus corona (Covid-19).

Hamil pada saat pandemi Covid-19 membuat para ibu tak bebas untuk mengunjungi dokter maupun rumah sakit secara rutin. Padahal pada masa normal, para ibu hamil dianjurkan untuk berkonsultasi ke dokter secara berkala untuk mengecek kondisi janin dan kehamilannya.

Banyak negara yang terdampak pandemi Covid-19, termasuk Indonesia. Masyarakat disarankan untuk membatasi kunjungan ke dokter maupun rumah sakit, apabila tidak ada kebutuhan yang mendesak.

Semua ini bertujuan untuk mencegah terjadinya penularan virus corona. Imbauan ini juga berlaku bagi para ibu hamil. Jika tak ada kondisi mendesak, konsultasi dengan dokter dianjurkan secara langsung lewat sarana telekomunikasi jarak jauh.

Sebagian ibu hamil mungkin akan mencemaskan kondisi janinnya karena tak dapat rutin bertemu secara langsung dengan dokter untuk menjalani pemeriksaan USG (Ultrasonography) maupun sejenisnya.

Pada umumnya janin akan mengalami pertumbuhan yang cepat usai masa 10 minggu kehamilan atau setelah fase embrionik. Akan tetapi pada usia tersebut, janin akan menghadapi risiki tertingi mengalami gangguan.

Ibu hamil akan mengalami masalah yang dapat muncul dari faktor eksternal, maupun dampak dari kondisi kesehatan sang ibu. Oleh karena itu, ibu hamil sebaiknya lebih memperhatikan kondisi dari janinnya setelah usia 10 pekan kehamilan.

Berikut ini cara mengetahui janin sehat tanpa USG, yang sesuai dengan perkembangannya yang wajib diperhatikan oleh para ibu hamil.

1. Pergerakan Janin

Cara mengetahui janin sehat tanpa USG yang pertama adalah dengan memastikan terdapat gerakan yang dilakukan janin, sejak sekitar lima bulan setelah kehamilan janin akan mulai bergerak. Kemudian setelah usia 6 bulan, janin biasanya akan bereaksi dengan gerakan tersentak.

Dengan gerakan tersentak yang dapat membuat bayi menandakan bayi mengalami cegukan. Lalu pada usia sembilan bulan, janin biasanya akan tetap memberikan gerakan dan tendangan namun sedikit berkurang sebab ruang gerak yang semakin sempit.

Baca Juga:

2. Pertumbuhan dan Perkembangan yang Normal

Secara umum, pemeriksaan USG menjadi cara yang paling mudah untuk melihat pertumbuhan dan perkembangan janin. Akan tetapi pertumbuhan dan perkembangan janin juga dapat diketahui dengan cara mengetahui janin sehat tanpa USG, dengan meteran dalam satuan.

Pada usia kehamilan 20 minggu, tinggi fundus niormal berkisar antara 17-23 cm. Jika mengacu pada pemeriksaan USG, janin pada usia 5 bulan akan memiliki panjang sekitar 10 inci dengan kenaikan 2 inci setiap bulan.

Kemudian pada trimester ketiga atau setelah 28 pekan kehamilan, janin akan tumbuh 750 gram pada setiap minggu dan saat usia sembilan bulan dapat mencapai 3,5 kg dengan panjang 18-20 inci atau sekitar 45-50 cm.

3. Detak Jantung

Cara mengetahui janin sehat tanpa USG yang ketiga adalah melalui pemantauan detak jantung pada janin. Menurut kongres Obstetri dan Ginekolog Amerika, tes non-stres dan tes stres kontraksi akan memungkinkan dokter untuk mencari masalah potensial dan memastikan kesehatan jantung.

Detak jantung pada janin bervariasi antara 110-160 detak per menit. Tak perlu khawatir saat ini alat pengukur detal jantung bayi sudah banyak beredar di pasaran, sehingga para orang tua dapat memeriksanya tanpa perlu mengunjungi dokter.

4. Posisi Bayi

Pada usia sembilan bulan, janin biasanya mengurangi gerakan dan berusaha mengubah posisinya, misalnya hendak menyambut masa kelahirannya. Biasanya posisi janin yang normal ditandai dengan kepala yang memasuki panggul ibu dan menghadap ke belakang.

Dalam hal ini tak ada cara khusus untuk mengetahui kondisi didalam rahim kecuali dengan pemeriksaan USG. Pemeriksaan USG menjadi modalitas radiologi yang paling aman bagi ibu hamil.

Pemeriksaan tersebut dapat menilai kantong kehamilan di minggu awal kehamilan, pertumbuhan dan perkembangan janin yang meliputi susunan tubuh dan perkiraan berat dan panjang janin.

Akan tetapi jika dijumpai hasil testpack positif, meskipun masih samar sehingga sangat dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan USG. Tak ada cara mengetahui janin sehat tanpa USG yang lebih baik selain menggunakan USG itu sendiri.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button