Cara Mengetahui Solenoid Valve Rusak dan Cara Mencegahnya

Baaca.id – Pada artikel kali ini kami akan membahas tentang bagaimana cara mengetahui solenoid valve rusak atau bagaimana kita dapat melihat suatu selenoid valve yang bagus atau rusak. Solenoid valve merupakan elemen kontrol yang sering dipakai dalam fluidics.

Solenoid valve bertugas untuk mematikan, release, dose, distribute atau mix fluids. Selaim itu untuk menggerakan piston valve dan dipakai untuk menggerakan blow zetvalve. Selenoid mempunyai beberapa macam bentuk yaitu selenoid foklif, selenoid bobcat, selenoid pressure oil.

Komponen yang ada pada mesin sangat vital bagi kinerja kendaraan roda empat ini. Salah satu bagian yang penting adalah karburator. Pada karburator terdapat katup seperti solenoid untuk bekerja pada putaran mesin.

Apabila komponen tersebut rusak, maka harus cepat diatasi supaya mesin tetap bekerja optimal. Lalu, bagaimana cara memperbaiki solenoid valve rusak?

Biasanya selenoid yang rusak bisa kita cek secara visual, apabila tampilan pada selenoid tersebut sudah tidak layak pakai, namun jika kita melihat pada tampilan selenoid yang masih baru atau pengecekan selenoid ketika membeli selenoid, maka kita harus melakukan pengukuran, untuk memastikan kondisi selenoid masih layak pakai atau kondisi selenoid bagus.

Prinsip kerja dari selenoid ini yaitu dengan memanfaatkan sumber listrik yang mengalir melalui kawat email, sehingga kawat tersebut menjadi magnet. Solenoid mempunyai 2 jenis jika kita lihat dari penggunaan sumber listrik yaitu solenoid arus AC dan solenoid Arus DC, dalam mengetahui jenis sumber listrik yang dipakai pada solenoid, kamu dapat melihat name plate yang ada pada solenoid apakah solenoid yang dipakai arus AC atau Arus DC.

Baca Juga:

Cara Kerja Solenoid Valve (SV)

Solenoid Valve atau Katup listrik merupakan katup yang digerakan oleh energi listrik, yang memiliki koil sebagai penggeraknya yang mempunyai fungsi untuk menggerakan piston yang dapat digerakan oleh arus AC maupun DC.

Solenoid valve ini memiliki lubang keluaran, lubang masukan dan lubang exhaust, lubang masukan diberi kode P, berfungsi sebagai terminal atau tempat udara masuk atau supply.

Kemudian lubang keluaran, diberi kode A dan B, yang berfungsi sebagai terminal atau tempat udara keluar yang dihubungkan ke beban, sementara lubang exhaust diberi kode R, berfungsi sebagai saluran untuk mengeluarkan udara terjebak ketika piston bergerak atau pindah posisi pada saat solenoid valve ditenagai atau bekerja.

Solenoid Valve yaitu sebuah katup listrik yang memiliki koil sebagai penggeraknya, di mana pada saat koil mendapat supply tegangan, maka koil tersebut akan berubah menjadi medan magnet sehingga menggerakan piston pada bagian dalamnya pada saat piston berpindah posisi, maka pada lubang keluaran A atau B dari SV ini akan keluar udara yang berasal dari P (supply).

Pada umumnya, solenoid valve ini memiliki tegangan kerja 100/200 VAC, akan tetapi ada juga yang memiliki tegangan kerja DC.

Berdasarkan modelnya solenoid valve ini dapat dibedakan menjadi dua bagian yaitu solenoid valve single coil atau satu kumparan dan solenoid valve double coil atau dua kumparan, akan tetapi keduanya ini memiliki cara kerja yang sama.

Cara Mengetahui Solenoid Valve Rusak

Untuk cara mengetahui solenoid valve rusak, maka kita cari tahu terlebih dahulu penyebab dari rusaknya solenoid valve. Berikut ini adalah penyebab rusaknya solenoid valve yang dilansir dari Kitomaindonesia.com dibawah ini.

Penyebab Rusaknya Solenoid Valve Serta Cara Mencegahnya

Solenoid valve memiliki lubang masukan dan keluaran, didalamnya untuk mengalirkan media yang dipakai, misalnya seperti udara yang nantinya akan dipakai untuk menggerakan penggerak seperti cylinder, rotary joint , dan lain-lain. Akan tetapi ada permasalahan yang sudah biasa terdapat pada udara.

Udara mengandung uap air yang disebabkan oleh kelembaban dan suhu yang terdapat di dalam pipa atau tabung receiver, selanjutnya udara tersebut kotor, yang pada akhirnya dapat menyebabkan kerusakan pada alat.

Proses Terjadinya Kerusakan Solenoid Valve

Pada dasarnya solenoid valve rentan terhadap kerusakan yang diakibatkan dari kualitas udara yang buruk , diantaranya yaitu kotor, mengandung uap air dan lain lain, sehingga dapat mempengaruhi kerja atau gerakan piston yang terdapat dibagian dalam solenoid valve. Pada prinsipnya keadaan piston ini harus bersih dan licin supaya gerakannya selalu bebas dan tidak seret.

Kemudian bagaimana proses terjadinya kerusakan? Jadi pada saat salah satu coil dari solenoid valve menggerakan piston, yang seharusnya piston bergerak dari posisi A ke posisi B, akan tetapi karena adanya kemacetan pada bagian piston, maka piston tidak dapat bergerak sama sekali, yang akhirnya coil solenoid valve menjadi panas.

Akibat dari beban atau piston yang tidak bergerak dan lama-kelamaan coil akan terbakar dan rusak sehingga tidak dapat bekerja lagi.

Penyebab Kerusakan Solenoid Valve

  • Udara mengandung uap air yang lumayan banyak, sehingga menyebabkan karat di blok solenoid valve.
  • Udara yang kotor, semakin lama kotoran terdebut akan menumpuk dipistonnya.
  • Pada supply udara tidak ada tabung oiler atau tabung pelumasan yang mempunyai fungsi untuk melumasi piston supaya tetap licin dan dapat bergerak dengan bebas.
  • Pada supply udara tidak ada tabung Air Filter yang mempunyai fungsi untuk menampung kandungan air supaya tidak terbawa masuk ke blok solenoid, sehingga udara tetap kering.

Mencegah Solenoid Valve Rusak

Salah satu masalah yang akan terjadi adalah mesin dieseling. Kondisi tersebut yaitu pada saat mesin mati namun apabila mesin dihidupkan kembali dan digas, maka mesin akan hidup lebih lama.

Meskipun kunci kontak sudah ada pada posisi OFF, mesin pada kendaraan roda empat kamu tetap bekerja karena solenoid tidak bisa bekerja dengan baik.

Untuk menghindari masalah tersebut, sebaiknya kamu melakukan perawatan secara berkala. Akan tetapi, jika kerusakan terjadi, sebaiknya untuk mengganti dengan komponen yang baru.

Setelah kita tahu cara mengetahui solenoid valve rusak, maka kita dengan mudah akan melakukan upaya pencegahannya, ternyata dari semua penjelasan di atas, intinya yaitu karena tidak adanya pelumasan dan air filter yang dapat melumasi piston dan dapat menyerap kandungan air sehingga tidak mengalir ke piston, maka harus dipasang tabung oiler dan air filter, tabung oiler berisi cairan oil khusus yang dipakai untuk melumasi piston supaya tidak macet.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button