5 Ciri-ciri Pasir Mengandung Emas yang Penting Diketahui

Baaca.id – Mendapatkan emas dari pasir salah satu mimpi yang tidak bisa kita bayangkan selama ini. Tidak mudah bagaimana cara memahami ciri-ciri pasir mengandung emas tersebut dari suatu tempat. Hal itu terjadi karena dalam eksplorasi pendulangan emas perlu mengenal tekniknya termasuk sejarah geologi tanah tersebut.

Sekilas Tentang Logam Emas

Sebelum mengetahui ciri-ciri pasir mengandung emas penting bagi Anda untuk memahami apa itu emas dan seluk-beluknya. Dengan cara ini Anda mesti paham bagaimana memanfaatkannya setelah menemukan ciri-ciri pasir mengandung emas dalam proyek pendulangan di lahan pertambangan.

Emas atau dikenal dengan logam mulia adalah salah satu bentuk logam yang terbentuk secara alami dengan nilai ekonomi tinggi dan pernah dijadikan sebagai mata uang, karena nilainya yang tinggi.

Pada perkembangannya emas kemudian kerap kali disebut sebagai logam mulia.

Alasannya jenis logamnya ini langka dibandingkan dengan logam berlian, dan tahan terhadap korosi atau tidak pudar. Selain itu, logam mulia juga memiliki banyak kegunaan tidak hanya investasi dan perhiasan.

Namun sering juga dimanfaatkan untuk bahan pembuatan bahan medali hingga perangkat elektronik.

Hal lain yang menarik dari logam mulia adalah warna, yang terdiri dari 3 warna meliputi warna emas kuning, emas putih, dan gold.

Warna kuning emas adalah warna asli emas murni. Biasanya warna emas kemudian dicampurkan logam lain seperti logam tembaga atau perak saat dijadikan perhiasan dengan tujuan tidak mudah diubah bentuknya.

Emas merupakan logam mulia yang memiliki nilai seni, ekonomi, dan investasi yang tinggi. Tidak heran bila kemudian banyak memburu logam mulia ini. Di samping tidak mudah mencarinya, tetapi teknik pencarian emas pun bukan sembarangan.

Hanya dengan metode tertentu, yaitu analisis geologi dan sejarah tanah di daerah tersebut. Lewat cara inilah ciri-ciri pasir mengandung emas dapat terungkap.

Namun tidak mudah untuk memurnikan emas, perlu melakukan berbagai proses daya tahannya yang lama. Karena itulah mengapa harga emas begitu mahal.

Sisi lain dari logam emas adalah sifatnya yang sulit dipalsukan. Alasannya, emas juga nilainya sejajar dengan nilai mata uang sehingga sering kali digunakan sebagai aset dan investasi logam emas.

Baca Juga:

Pendulangan Emas di Sungai

Pada perkembangannya penambangan emas terus mengalami peningkatan yang tinggi, karena nilai investasi yang terus meningkat membuat sebagian orang berburu emas dengan melakukan pendulangan.

Salah satu lokasi yang bisa digunakan untuk mendulang emas adalah sungai. Namun, yang menjadi pertanyaan mengapa bisa sungai mengandung emas. Lantas, apakah ada ciri-ciri pasir mengandung emas di sungai tersebut?

Dilansir dari laman duniatambang.co.id emas yang ditemukan di sungai biasa disebut dengan endapan deposit emas plaser. Emas jenis ini terbentuk akibat dari batuan induk yang berpindah karena adanya erosi, terbawa angina, dan air ke tempat lebih landai yang akhirnya terendap. Proses tersebut terjadi karena massa jenis emas lebih tinggi.

Mengenal Jenis dan Lapisan Material di Lahan Pertambangan Emas

Setelah daerah penambangan ditemukan perlu mengetahui jenis dan lapisan material di lahan penambangan emas. Hal itu penting dilakukan untuk memahami seperti apa ciri-ciri pasir mengandung emas di lahan penambangan tersebut.

Saat melakukan pendulangan di sungai akan menemukan lapisan pertama. Cara melihat lapisan pertama ini perlu metode dredge atau dompeng dan dulang. Dulang adalah proses pertambangan yang dilakukan pada permukaan sungai paling atas dengan memakai alat seadanya.

Pada lapisan ini jumlah emas relatif sedikit dibandingkan dengan proses dompeng. Proses dompeng, yaitu suatu penambangan emas pada dasar sungai hingga mencapai bagian nepal atau badrock dan memiliki arus besar.

Dilansir dari laman agincourtresourcer.com lapisan material di lahan pertambangan terbagi 3 yaitu lapisan pasir, lapisan batuan gravel, dan lapisan ketiga yang dinamakan dengan lapisan napal palsu atau bedrock.

Perbedaannya antara dulang dan bedrock, yaitu jumlah hasil penambangan emas yang diperoleh. Bila menggunakan teknik dulang dapat memperoleh rata-rata 3 gram per hari, tetapi dengan teknik bedrock mampu mencapai rata-rata 30 gram hingga 3000 gram per hari.

Lapisan kedua adalah batuan besar yang sebagian tersusun secara acak dan dapat ditemukan disela-sela bebatuan. Sedangkan lapisan ketiga adalah teknik pengerukan di bagian dasar.

Setelah mengetahui tentang sekilas jenis dan lapisan tentang logam emas, Anda sebaiknya memahami bagaimana pencarian emas dilakukan dengan mengetahui ciri-ciri pasir mengandung emas.

Cara mengetahui Ciri-ciri Pasir Mengandung Emas di Lahan Pertambangan Emas

Awal mula pencarian dan melihat ciri-ciri pasir mengandung emas dengan melakukan penelitian pada formasi jenis tanah dan bebatuan. Kandungan emas pada pasir maupun bebatuan terjadi di proses lingkungan dan geologi.

Lalu, bagaimana mengetahui ciri-ciri pasir mengandung emas?

Pertama: Adanya kandungan mineral sulfida yang tinggi. Ditandai bau belerang dan air panas di lokasi penemuan emas. Kemudian pula dijumpai gunung berapi yang berusia cukup tua.

Kedua: Sekitar gunung berapi dijumpai sungai yang diperkirakan sebagai tempat lokasi aliran lahar gunung berapi. Di daerah aliran sungai tersebut dijumpai lapisan tanah liat yang jumlahnya relatif tebal.

Ketiga: ciri-ciri pasir mengandung emas terlihat dari bebatuan berurat emas atau urat kuarsa atau urat kuarsa.

Atau dengan kata lain merupakan batuan granit yang berpola dan berurat emas

Keempat: Adanya lapisan hitam black sand pada tanah yang berkonsentrasi dan sumber mata air kuno di sekitar lokasi.

Kelima: Di sekitar lokasi temuan emas ditemukan tumbuhan yang agak kering dan keriting. Indikasi lain ciri-ciri pasir mengandung emas adalah letak lokasi emas tersembunyi di dalam urat batuan marmer.

Cara mendeteksi keberadaan emas dengan menggunakan Elektronik Prospecting, kemudian juga bisa memakai tes merkuri dan lainnya. Biasanya ciri-ciri pasir mengandung emas terendap dalam lapisan primer bagian atas dengan ukurannya sebesar kerikil yang ditemukan pada daerah motherload emas.

Kemudian adanya karakteristik lain berupa campuran sulfur atau belerang pada pasir. Ciri-ciri pasir mengandung emas yang ditemukan di sungai tampak berkilauan jika terkena sinar matahari langsung.

Lokasi yang mengandung emas di zona oksidasi dan di luar oksidasi kemudian membentuk endapan primer dan sekunder. Ukuran emas terbentuk akibat pengaruh iklim dan cuaca, bahkan ukurannya sampai mili mikro gram

Endapan sekunder ini pula yang membuat ukuran emas menjadi ukuran kecil dan terdapat batuan kuarsa di sekitarnya. Hal ini terjadi akibat dari angin, gempa, dan lainnya.

Kemudian meninggalkan pasir emas yang terendap ke daerah yang lebih rendah seperti sungai, rawa, danau, hingga pantai. Dari sinilah akhirnya muncul pasir emas rawa, pasir emas danau, hingga pasir emas pantai.

Ciri-ciri pasir mengandung emas pada daerah-daerah ini memiliki karakteristik yang berbeda-beda sesuai kondisi alam di sekitarnya. Meski demikian menjadi ilmu pengetahuan dan wawasan dalam melakukan eksplorasi pencarian dan pendulangan di lahan penambangan emas.

 

 

 



Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button