Apa dan Bagaimana Contoh Komunikasi Vertikal dan Horizontal?

Baaca.id – Semakin banyaknya orang di dalam sebuah organisasi membuat komunikasi menjadi semakin beragam. Komunikasi yang ada di dalam sebuah organisasi dibagi menjadi 2, yaitu diaantaranya Komunikasi Vertikal atau bisa diartikan dengan ke atas dan ke bawah dan komunikasi horizontal yang artinya mendatar.

Komunikasi Vertikal

Komunikasi vertikal merupakan suatu komunikasi dari atas ke bawah dan dari bawah ke arah atas atau bisa diartikan dengan komunikasi dari pimpinan ke staff, dan dari staff ke pimpinan dengan cara timbal balik (two way traffic communication).

Dalam bekerja kita harus saling menghormati antar karyawan yang satu dengan yang lainnya, maupun dengan atasan. Komunikasi inilah yang dinamakan dengan komunikasi vertikal. Komunikasi ini dapat terjadi pada komunikasi antara atasan dan bawahan yang pada umumnya berisi perintah atau arahan.

Jenis Komunikasi Vertikal

Ada dua macam komunikasi vertikal yang dilansir oleh pakarkomunikasi.com, yaitu :

  • Downward Communication

Komunikasi yang dilakukan dari tingkat yang lebih tinggi (atas) ke tingkat yang lebih rendah (bawah). Praktek yang paling sering terjadi pada komunikasi atasan dan bawahan ini di kantor, atau bos dengan anak buah karena hubungan tersebut yang mempunyai tingkatan yang jelas.

Akan tetapi tidak menutup kemungkinan terjadi komunikasi vertikal downward di luar kantor atau organisasi yang resmi. Contoh komunikasi vertikal jenis downward ini yaitu dari guru ke murid atau dosen ke mahasiswa. Karena hubungan tersebut mempunyai perbedaan tingkatan yang membuat salah satu pihak lebih tinggi dibanding yang satunya.

Informasi yang disampaikan dan diberikan pada jenis komunikasi vertikal ini umumnya  pemberian perintah serta proses, prosedur, sampai dengan tujuan dilakukannya. Pemberian motivasi untuk meningkatkan produktivitas dan mencapai tujuan bersama oleh atasan ke bawahan juga bisa dikatakan sebagai downward communication.

Selain itu, informasi lainnya yang disampaikan pada jenis komunikasi ini yaitu mengenai bagaimana melakukan pekerjaan, kinerja pegawai, penilaian terhadap pegawai, kebijakan dan praktik dalam organisasi dan masih banyak lagi.

  • Upward Communication

Komunikasi yang dilakukan oleh orang yang mempunyai tingkatan yang lebih rendah (bawah) kepada yang lebih tinggi (atas). Praktek komunikasi vertikal ini, pada umumnya dilakukan ketika bawahan melaporkan hasil pekerjaannya pada atasan, atau menyampaikan kondisi dari pekerjaan yang sedang dilakukan.

Contoh komunikasi vertikal jenis upward ini yaitu bisa dilakukan oleh murid atau mahasiswa kepada guru atau dosennya, seperti pada saat menanyakan pelajaran yang belum dimengerti atau meminta ujian yang menyusul.

Upward Communication ini lebih rumit dan tidak semudah dengan pelaksanaan jenis yang sebelumnya, karena komunikasi dari tingkat yang lebih rendah tidak bisa dilakukan serta-merta dan langsung kepada yang tingkatan lebih tinggi.

Pada umumnya, harus melalui beberapa prosedur yang cukup menyita waktu, misalnya meminta janji untuk bertemu terlebih dahulu.

Baca Juga:

Contoh Komunikasi Vertikal

Berikut ini adalah contoh komunikasi vertikal sebagai berikut:

  1. Contoh komunikasi vertikal yang pertama yaitu komunikasi antara karyawan dengan supervisor.
  2. Selanjutnya yaitu pimpinan memberikan instruksi, petunjuk, informasi, penjelasan, dan perintah.
  3. Pengumuman dari seorang Direktur kepada Manager.
  4. Rapat.
  5. Karyawan memberikan laporan kepada atasan.
  6. Contoh komunikasi vertikal yang terakhir ialah seorang staf yang memberikan saran dan kritikan kepada pimpinan. Contoh komunikasi vertikal ini merupakan hal yang lumrah dan sudah menjadi kegiatan sehari-hari di sebuah perusahaan.

Komunikasi Horizontal

Komunikasi ini merupakan komunikasi yang dilakukan antara orang yang memiliki jabatan, posisi ataupun kedudukan yang sama. Sebuah perusahaan pasti mempunyai struktur organisasi. Inilah yang kemudian menjadikan adanya arah komunikasi.

Salah satu arah komunikasi yang sering dilakukan adalah komunikasi horizontal. Komunikasi horizontal memiliki makna bahwa komunikasi seorang individu dilakukan terhadap sesama individu atau kelompok lain yang masih dalam satu jabatan dan satu posisi dalam organisasi atau perusahaan tersebut. Hal tersebut tergantung dengan saluran komunikasi dalam organisasi.

Contoh Komunikasi Horizontal

1. Komunikasi Sesama Direktur

Dalam perusahaan, komunikasi horizontal bisa terjadi antar direktur. Umumnya ini terjadi ketika akan mendiskusikan hal-hal terkait dengan kebijakan-kebijakan yang ada dalam perusahaan.

2. Komunikasi Sesama Supervisor

Sesama supervisor umumnya akan saling berkoordinasi untuk mengawasi unitnya. Dimana ada permasalahan atau hal-hal lain yang perlu didiskusikan.

3. Komunikasi Sesama Manajer

Manajer di setiap unit dalam perusahaan tentunya mempunyai tugas pokok dan fungsi yang berbeda-beda. Untuk menyatukan pekerjaan agar bisa berjalan dengan baik, manajer akan saling melakukan komunikasi agar jalannya pekerjaan bisa lancar dan tanpa hambatan

4. Komunikasi Sesama Staff

Pada perusahaan, masing-masing staff di unit yang sama akan saling berkomunikasi dan berdiskusi mengenai pekerjaan mereka.

5. Komunikasi Sesama Kepala Departemen

Kepala departemen atau sub divisi yang ada dalam perusahaan, umumnya akan berkoordinasi untuk mengetahui apa saja yang dilakukan unit lain.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button