Cuma Gegara Diolesi Garam di Mulutnya Saat Dibangunkan, Siswa SMK Bunuh Temannya

Baaca.id, NTT — Bercanda ada batasnya. Jika keterlaluan, bisa berujung maut.

Itulah yang dialami Natalis Molo Gare. Hanya karena bercanda mengolesi mulut temannya saat membangunkannya, Natalis harus meregang nyawa setelah dipukul berulang kali oleh temannya yang bernama Yanuarius Keo Modo.

Menurut informasi yang diterima, kejadian berawal saat korban datang ke kamar tidur teman-temannya yang masih menjalani masa praktik. Mendapati rekan-rekannya masih tidur, korban pun kemudian membangunkan mereka, termasuk Yanuarius.

Tapi cara membangunkannya itu yang dianggap keterlaluan oleh pelaku. Pasalnya, pelaku terkejut merasakan asin pada mulutnya setelah diolesi garam oleh korban. Pelaku yang lagi tidur pulas terbangun. Tidak terima diperlakukan seperti itu, pelaku langsung meninju bagian belakang kepala korban berulang kali.

Setelah dipukul berulang kali, korban tak sadarkan diri hingga akhirnya dinyatakan meninggal saat dalam perjalan menuju Puskesmas Waepana.

Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Kepolisian Resor Ngada Iptu I Ketut Rai Artika mengatakan, pelaku sudah ditetapkan sebagai tersangka. “Pelaku kita sudah tahan di sel Polres Ngada,” ungkap I Ketut Rai Artika, Rabu (13/10/2021).

Pelaku, lanjut I Ketut Rai Artika, dijerat dengan Pasal 76C Jo Pasal 80 Ayat (3) UU RI No 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Kedua atas UU RI No 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak sebagaimana telah diubah dengan Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU RI No 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas UU RI No 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

“Ancaman hukuman 15 tahun dan denda Rp3 miliar,” tegasnya.

Karena penganiayaan tersebut memakai tangan, hasil visum menjadi alat bukti serta keterangan saksi. Polisi juga sudah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

“Saksi mata menjelaskan bahwa pada saat itu korban memasukkan garam ke mulut pelaku yang pada saat itu tidur. Kemudian saksi melihat pelaku terkejut dan terbangun dan pada saat itu juga posisi korban duduk di samping pelaku,” kata I Ketut Rai Artika.

“Korban pun tertawa saat melihat pelaku terkejut. Kemudian pelaku pun langsung memukul korban dengan menggunakan kepalan tangan mengenai kepala bagian belakang korban memukul secara berulangkali dan saksi pun melihat korban terkapar di atas tempat tidur,” pungkas I Ketut Rai Artika mengulangi keterangan seorang saksi. (#)



Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button