Dedikasi pada Pengendalian Penduduk dan KB Berbuah Penghargaan dari BKKBN buat Ilham Azikin

Baaca.id, JAKARTA – Dedikasi tinggi terhadap program pengendalian penduduk dan keluarga berencana (KB) terus ditunjukkan Bupati Bantaeng, Ilham Azikin. Sehingga penghargaan tertinggi Manggala Karya Kencana (MKK) pun dia raih.

Orang nomor satu di pemerintahan Bantaeng itu pun menghadiri penyematan tanda penghargaan program Bangga Kencana dari BKKBN RI di Auditorium BKKBN Halim Perdanakusuma, Jakarta, Kamis (4/11/2021).

Bupati bergelar doktor pemerintahan ini meraih penghargaan tertinggi Manggala Karya Kencana (MKK) yang diserahkan langsung oleh Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) RI, dr Hasto Wardoyo.

Seperti diketahui sebelumnya, Bantaeng dipastikan meraih MKK secara virtual pada momentum Hari Keluarga Nasiona, 29 Juni 2021, lalu.

Penghargaan Manggala Karya Kencana (MKK) merupakan penghargaan tertinggi yang diberikan Pemerintah Pusat melalui Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) kepada sosok yang dinilai mempunyai dedikasi tinggi terhadap program pengendalian penduduk dan keluarga berencana

Dalam kesempatan itu, Bupati Bantaeng, Ilham Azikin mengucapkan terima kasih atas anugerah Penghargaan Manggala Karya Kencana itu.

Dia juga menyambut baik launching hasil pendataan keluarga 2021. Dia berharap hasil PK21 ini dapat segera dimanfaatkan baik data dan informasi terkait potret kependudukan, keluarga berencana dan pembangunan keluarga.

“Paling penting saat ini dibutuhkan data dan informasi keluarga yang berisiko stunting untuk bisa disandingkan dengan data lainnya dalam intervensi penanganan stunting di Bantaeng,” jelas dia.

Sementara Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan KB, Abdi Sam menyampaikan, penghargaan tersebut diraih oleh Ilham Azikin setelah dua tahun terakhir dianggap berhasil dalam intervensi program pembangunan kependudukan, keluarga berencana dan pembangunan keluarga di Bantaeng.

Dia menyebut, Angka Kelahiran Total (TFR) di bawah rata-rata provinsi dan nasional serta angka kepesertaan ber-KB (CPR) di atas rata-rata provinsi dan nasional. Indikator inilah yang membuat Ilham Azikin disebut berhasil dalam intervensi program pembangunan kependudukan.

“Bupati Bantaeng sebagai inisiator dan Ketua Tim Pusat Penanggulangan Gizi Terpadu yang dihadirkan di Bantaeng, merupakan yang pertama di Indonesia. Upaya ini dianggap sebagai langkah positif dalam mendukung upaya pemerintah dalam penanganan/pencegahan stunting,” ujarnya.

Bantaeng adalah satu di antara lima pejabat daerah yang mendapat penghargaan itu. Kegiatan penyematan penghargaan ini dirangkaikan dengan kegiatan launching hasil pendataan keluarga 2021.

Untuk seluruh Indonesia ada 68.478.139 keluarga yang terdata dan untuk Kabupaten Bantaeng ada 60.263 keluarga terdata pada 1 April hingga 31 Mei 2021. Selain memotret keluarga Indonesia, pendataan keluarga ini juga memotret keluarga yang beresiko stunting.

Bantaeng juga dinyatakan sukses pendataan keluarga 2021 dengan urutan keempat tercepat se-Sulsel juga telah mendapatkan apresiasi dan penghargaan dari Kepala BKKBN pada Harganas XXVIII lalu.

Selain itu pelayanan momentum sejuta akseptor juga selalu sukses dengan pelayanan KB secara massif di seluruh wilayah Bantaeng

Setelah acara penyematan, kegiatan kemudian dilanjutkan dengan acara dialog antara Bupati Bantaeng, DR Ilham Azikin bersama tim dengan Deputi Bidang Pelatihan Penelitian dan Pengembangan BKKBN RI, Prof M Rizal Martua Damanik, bersama Bupati Batubara, OK Arya Zulkarnaen.

Turut mendampingi Bupati Bantaeng yakni Kepala Bappeda Bantaeng, Muh Dimiati Nongpa, Kabid Pengendalian Penduduk K3, Tabbulu dan Kasi Pengendalian Penduduk Data dan Informasi Keluarga, Fahmi Kurniawan.(*)

 



Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button