Diciduk di Rujab, Gubernur Sulsel Mesti Jalani Pemeriksaan KPK

Terkait OTT Rumah Makan di Makassar

Baaca.id, MAKASSAR — Berembus kabar, Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah diciduk oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Sabtu (27/2/2021) dini hari. Kabar mengejutkan itu beredar luas di media sosial.

Orang nomor satu di pemerintahan Sulsel itu ditangkap di Rumah Jabatan (Rujab) Gubernur Sulsel. Kabarnya, penangkapan dilakukan sebanyak 9 orang dari Tim KPK.

Diduga, penangkapan itu berkenaan dengan Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan Tim KPK di sebuah Rumah Makan di Jl Ali Malaka, Makassar beberapa saat sebelumnya.

Melalui OTT tersebut, turut pula dijaring sebanyak 5 orang. Bersamaan dengan itu, juga diamankan sejumlah uang berkisar miliaran rupiah.

Sebelum diterbangkan melalui Bandara Sultan Hasanuddin ke Jakarta untuk pemeriksaan lebih lanjut, Nurdin Abdullah bersama 5 orang lainnya dibawa ke Klinik Transit di Jalan Poros Makassar untuk menjalani pemeriksaan Swab antigen.

“Masih pemeriksaan ya. Oleh karena itu detailnya nanti pada saatnya setelah kami mendapatkan gambaran yang jelas baru akan kami jelaskan,” ujar Wakil Ketua KPK, Nurul Ghufron.

“Setiba di Jakarta, selanjutkan akan kami lakukan pemeriksaan di Gedung KPK. Tentu saja (akan ada konferensi pers) nanti malam atau besok pagi tergantung cukup tidaknya hasil pemeriksaan kami gali untuk memberikan gambaran, setelah itu baru akan kami konferensi pers-kan,” imbuh Nurul.

Rupanya, penangkapan terencana itu berdasarkan Surat Perintah Penyelidikan No : Sprin.Lidik-98/01/10/2020.

Berikut beberapa orang yang diduga turut diamankan Tim KPK:

1. Agung Sucipto ( Kontraktor, 64 Thn);
2. Nuryadi ( Sopir pak Agung, 36 Thn);
3. Samsul Bahri ( Adc Gubernur Prov. Sulsel, Polri, 48 Thn);
4. Edy Rahmat (Sekdis PU Provinsi Sulawesi Selatan);
5. Irfandi ( Sopir Edy Rahmat)

(*)



Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button