Digitalisasi Pembayaran Lajukan Pergerakan Ekonomi

Baaca.id, JAKARTA – Sistem pembayaran secara digital semakin diminati masyarakat. Terlebih di tengah pandemi coronavirus disease 2019 (Covid-19).

Digitalisasi pembayaran dengan menggunakan uang elektronik berbasis aplikasi itu juga gencar diterapkan di kalangan pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

Kementerian Koperasi & UKM (Kemenkop-UKM) pun optimistis atas target 30 juta pelaku UMKM bertransformasi ke digital pada 2023. Disebutkan, peran pelaku UMKM sangat besar dalam melajukan pergerakan ekonomi di Indonesia.

Menurut Deputi Bidang Usaha Mikro Kementerian Koperasi & UKM (Kemenkop-UKM), Eddy Satriya, digitalisasi pembayaran berdampak besar bagi upaya pemajuan bangsa.

Ia menyebutkan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik, lebih dari 64 juta UMKM Indonesia berkontribusi sekitar 61 persen bagi Produk Domestik Bruto (PDB) nasional.

“Kami optimistis target tersebut bisa tercapai. Kami terus mengumpulkan secara langsung UMKM untuk dibimbing sehingga kapasitas produksi mereka terus menjadi lebih baik sejalan dengan perbaikan kualitas,” tutur Eddy.

Merespon penerapan digitalisasi pembayaran, pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika tengah berfokus pada perluasan jaringan infrastruktur telekomunikasi yang merata.

Upaya tersebut juga menyasar hingga ke pedesaan. Termasuk pembangunan BTS untuk koneksi 4G di seluruh Indonesia dan persiapan implementasi 5G.

Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika Semuel Abrijani Pangerapan membeberkan, Survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) pada 2020 lalu menunjukkan penetrasi internet di Tanah Air baru mencapai 73,7 persen dari populasi, atau sekitar 196,7 juta jiwa.

“Di antara beberapa komponen penting transformasi digital, salah satunya adalah digitalisasi pembayaran,” ujar Semuel. (*)



Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button