Dijadikan Tersangka Kasus Penganiayaan, Warga Libureng Bone Praperadilankan Polisi

Baaca.id, BONE – Tak terima dijadikan tersangka kasus penganiayaan oleh polisi, Latif (61), melalui kuasa hukumnya, Ali Imran dan Asrijal mengajukan gugatan praperadilan ke Pengadilan Negeri Watampone, Jumat (26/3/2021).

Ali Imran didampingi Asrijal menjelaskan, gugatan praperadilan yang diajukan itu terkait sah tidaknya penangkapan polisi terhadap kliennya, Latif yang merupakan warga Desa Tappale, Kecamatan Libureng, Kabupaten Bone.

“Kita belum tahu siapa pelaku dan siapa korban. Kenapa ada yang ditahan,” sesalnya.

Lebih jauh, Ali Imran menerangkan, menurut dia, kliennya saat kejadian hanya menegur H. Latta agar tidak membuang sampah di tanah miliknya. Namun H. Latta tidak terima kemudian langsung memukul Latif dengan cangkul di bagian punggung.

“Anehnya kenapa justru polisi menetapkan Latif juga sebagai tersangka. Padahal Latif bahkan tidak membalas pada saat itu,” terang Ali Imran.

Saat dikonfirmasi, Kasat Reskrim Polres Bone, AKP Ardi Yusuf membenarkan hal tersebut. Dia mengaku pelapor dan terlapor ditahan semua dikarenakan alat bukti sudah cukup.

“Mereka saling lapor karena merasa jadi korban dan sama-sama kita tetapkan sebagai tersangka. Kami sudah cukup berupaya untuk memediasi, namun gagal,” ungkap AKP Ardi Yusuf.

AKP Ardi melalui Kanit Resum Ipda Fadly menceritakan kronologi kejadian dimana kejadian ini bermula ketika H. Latta membuang sampah di perbatasan tanah miliknya yang bersebelahan dengan Latif. “Sehingga terjadi perselisihan di antara mereka berdua,” ujar Ipda Fadly.

Menurut keterangan H. Latta, lanjut Ipda Fadly, dia didorong hingga terjatuh dan terkena cangkul. Kemudian H. Latta balik menyerang Latif menggunakan cangkul tersebut.

“Tapi ini belum jelas, belum dipastikan siapa yang menganiaya duluan karena ada dua versi. Pastinya dua-duanya ada perbuatan,” jelas Ipda Fadly.

Kasus penganiayaan ini disidangkan pertama kali Jumat (26/3/2021) dimana kesempatan ini dimanfaatkan kuasa hukum Latif untuk mengajukan gugatan praperadilan kepada polisi. Sidang akan dilanjutkan Senin (29/32021) mendatang dengan agenda mendengarkan jawaban dari pihak Polres Bone. (sul)

 



Related Articles

Back to top button