Dinkes Makassar: Masyarakat Harus Waspada Terhadap Jajanan Buka Puasa yang Berwarna Mencolok

Baaca.id, MAKASSAR– Bulan Ramadhan selalu diwarnai dengan hadirnya banyak jajanan untuk menemani berbuka puasa.

Diantara banyaknya jajanan buka puasa yang tersedia, tak sedikit pula jajanan buka puasa yang justru mengandung bahan berbahaya di dalamnya.

Oleh karena itu, Pelaksana Tugas (PLT) Kepala Dinas Kesehatan kota Makassar, Andi Hadijah Iriyani , mengatakan masyarakat harus waspada terhadap jajanan yang berwarna mencolok.

“Masyarkat harus melihat warna, yang terlalu berlebihan, kita harus waspada. Biasanya yang soft warnanya itu yang asli. Kalau terlalu mencolok harus waspada,” kata dia, saat melakukan peninjauan di sejumlah pasar, Rabu (14/4/2021).

PLT Kadinkes Makassar itu menyebutkan, selama Ramadhan ini, banyak sekali ditemukan jajanan dengan harga miring.

Masyarakat perlu waspada akan hal tersebut. Kata dia, tak sedikit jajanan yang harganya murah, justru mengandung bahan berbahaya di dalamnya.

“Produk makanan olahan kita takutkan karena harganya murah, kebersihannya tidak terjaga dan mengandung zat berbahaya,” imbuhnya.

PLT Kepala Dinkes Makassar melakukan kunjungan bersama BPOM atau Badan Pengawas Obat dan Makanan, di 6 pasar. Diantaranya: asar Terong, Maricayya, Pabaeng-baeng, Sentral, Daya, dan Toddopuli.

Dari hasil kunjungan itu, Iriyani menyebutkan tak satupun ditemukan zat berbahaya dalam takjil atau jajanan yang dijual oleh para pedagang di pasar-pasar tersebut.

“Beberapa yang sudah kita uji mereka sudah lebih memahami akan kesehatan. Jadi tidak menggunakan zat yang berbahaya,” sebutnya.

Namun demikian, dia tetap mengimabu masyarakat untuk tetap waspada terhadap jajanan buka puasa, yang mengandung zat berbahaya. (Efrat)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button