DLH Makassar Selidiki Oknum Penebang Pohon Milik Pemerintah

Baaca.id, MAKASSAR — Lima pohon di Jalan Andalas milik Pemkot Makassar ditebang. Belum diketahui oknum pelakunya.

Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Makassar, Iman Hud menuturkan, penebangan pohon, terlebih milik pemerintah harus berizin.

“Ada sebanyak 5 pohon yang ditebang, ini kan tidak boleh. Tidak boleh kenapa? Kan memang ada aturannya, kalau menebang pohon itu harus ada izinya. Nah kita tidak tahu siapa yang tebang itu pohon,” tutur Iman Hud, Senin (15/3/2021).

Pohon dengan jenis Mahoni tersebut, terletak di depan Ruko milik salah seorang warga. Iman Hud curiga, salah satu pelaku penebangan pohon tersebut, dilakukan oleh pemilik Ruko.

Oleh karena perkara tersebut, pihak DLH bakal melakukan penyelidikan terkait tindakan yang melanggar Peraturan Wali Kota (Perwali) Makassar tentang Penataan dan Pengelolaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Kota Makassar.

“Kita lagi selidiki. Masa, yang punya ruko tidak tau?,” kata Iman kepada Wartawan.

“Ada sanksi yang tegas, yang diatur dalam Perwali. Apakah sanksinya itu, izin usahanya akan dicabut, atau yang bersangkutan mengganti. Ini supaya orang paham, bahwa, tidak seenaknya orang menebang pohon, ada aturan,” sambungnya.

Untuk diketahui, dalam Pasal 31 Perwali Makassar Nomor 71 tahun 2019, tentang Penataan dan Pengelolaan RTH di Kota Makassar, menyebutkan 11 poin larangan. Di dalamnya termasuk, larangan memotong pohon tanpa izin. (efrat)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button