Dugaan Kasus Investasi Bodong 212 Mart, Kerugian Capai Miliaran Rupiah

Baaca.id, SAMARINDA —  Ratusan warga melaporkan investasi bodong 212 Mart ke Polresta Samarinda, Kalimantan Timur, Total kerugian ditaksir miliaran rupiah.

Warga melaporkan pengurus Komunitas Koperasi Syariah 212 Mart di Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim) ke Polresta Samarinda. Mereka mengaku menjadi korban atas kasus penipuan dan penggelapan dana investasi pengurus 212 Mart.

Setelah menerima laporan korban penipuan investasi 212 Mart pada Jumat lalu (30/4/2021), Polisi mulai menjadwalkan pemeriksaan sejumlah pihak.

Korban saat itu menyetor dengan jumlah uang bervariasi antara 500 ribu hingga 20 juta rupiah.

Masalah muncul sejak Oktober 2020, mulai dari gaji karyawan yang belum dibayarkan, hingga operasional 212 Mart ditutup tanpa pengembalian investasi yang dibayarkan.

Salah satu Korban penipuan investasi 212 Mart mengaku awalnya mendapat informasi dari grup whatsapp untuk bergabung sebagai investor toko. Namun, seiring berjalan waktu, korban yang juga mantan pegawai 212 Mart tidak pernah mendapat bagi hasil yang dijanjikan. Korban bahkan tak pernah menerima gaji sebagai karyawan 212 Mart.

Pengurus koperasi pun menghilang dan sulit dihubungi, hingga warga yang menjadi korban melapor polisi.

Awal mula kasus ini berawal dari ajakan investasi untuk mendirikan sebuah usaha Toko 212 Mart di Samarinda pada tahun 2018 melalui sebuah tautan WhatsApp.

Pembentukan toko dilakukan dengan metode pengumpulan dana investasi masyarakat secara terbuka dengan melakukan transfer minimal Rp 500 ribu hingga maksimal Rp 20 juta.

Setelah mendapatkan dana investasi sebanyak Rp 2 miliar lebih, maka terbentuklah secara bertahap 3 unit toko 212 Mart yang berdiri di kawasan Jalan AW Sjahranie, Jalan Bengkuring, serta di Jalan Gerilya. Dua tahun berjalan, para penyumbang dana mulai curiga dengan operasional 212 Mart.

Setelah mendapatkan dana investasi sebanyak Rp 2 miliar lebih, maka terbentuklah secara bertahap 3 unit toko 212 Mart yang berdiri di kawasan Jalan AW Sjahranie, Jalan Bengkuring, serta di Jalan Gerilya. Dua tahun berjalan, para penyumbang dana mulai curiga dengan operasional 212 Mart.

 

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button