Dukungan dari Berbagai Warga Dunia untuk Palestina

Baaca.id — Sejumlah Warga dunia mengecam aksi kekerasan yang dilakukan Israel kepada Palestina. Unjuk rasa besar-besaran pun dilakukan di sejumlah negara.

Sejumlah demonstrasi untuk mendukung Palestina berlangsung di kota-kota besar Eropa, seperti London, Madrid, Berlin, Paris, dan Athena pada Sabtu (15/5). Mereka menilai serangan yang dilakukan Israel sejak Senin merupakan kekerasan terburuk sejak perang 2014 di Gaza.

Dilansir dari APTN, Di Perancis, warga berkumpul di depan Kementerian Luar Negeri Perancis untuk menyuarakan dukungan bagi Palestina.

Mereka meminta keadilan atas serangan yang dilemparkan Israel di Gaza yang telah menyebabkan korban meninggal.

Hal serupa juga terjadid di Belgrade, Serbia. Warga membawa spanduk untuk menyuarakan bantuan bagi masyarakat di Gaza, Palestina.

Di London, ribuan pengunjuk rasa berkumpul di Marble Arch, dekat Hyde Park. Mereka bergerak menuju Kedutaan Besar Israel sambil membawa spanduk bertuliskan “Stop Mengebom Gaza” dan menyerukan “Bebaskan Palestina.”

Selain itu, di Rabat, Morocco  sejumlah warga juga berdomstasi menyuarakan solidaritas bagi rakyat Palestina atas serangan yang dilontarkan oleh Israel.

Tak hanya di Eropa dan Afrika, Masyarakat Amerika pun juga turut memberikan dukunga bagi rakyat Palestina.
Sejumlah warga berkumpul di Chicago, Illinois, Amerika Serikat menolak aksi yang digencarkan oleh Israel di Gaza.

Sementara itu, sekitar 2.500 orang berkumpul di kota Madrid. Mereka bergerak ke Puerta del Sol Plaza di pusat kota sambil mengenakan bendera Palestina dan menyerukan “ini bukan perang, melainkan genosida”.

“Mereka membantai kami. Kami berada dalam situasi saat Nakba terus berlanjut di pertengahan abad ke-21,” tutur Amira Sheikh-Ali, berusia 37 tahun dari Palestina. Nakba merujuk pada “bencana”, kata yang dipakai warga Palestina untuk menggambarkan pendirian Israel pada 1948 yang mengakibatkan pengusiran paksa ratusan ribu warga Palestina.

Aksi lainnya berlangsung di Berlin, Frankfurt, Leipzig, dan Hamburg. Ribuan orang turun ke jalan setelah ada seruan dari Samidoun Collective. Tiga pawai diizinkan di kelas pekerja Berlin yang berada di distrik selatan Neukoelln, rumah bagi sejumlah besar orang keturunan Turki dan Arab.

Para demonstran meneriakkan “boikot Israel” serta melemparkan batu dan botol ke polisi sehingga berakibat beberapa penangkapan. Pada hari Selasa, bendera Israel dibakar di depan dua sinagog di Bonn dan Muenster.

AFP juga melaporkan sekitar 500 orang berunjuk rasa di Athena. Bahkan, polisi Yunani memakai meriam air untuk membubarkan massa. Unjuk rasa yang berlangsung di Kedutaan Besar Israel ini juga sempat diwarnai ketegangan kecil.

Adapun bentrokan terjadi di Paris karena polisi menembakkan gas air mata dan meriam air untuk membubarkan demonstran pro-Palestina. Pemerintah melarang demonstrasi ini karena khawatir pengulangan bentrokan sengit pada pawai Paris serupa selama perang terakhir tahun 2014. Saat itu pengunjuk rasa mengincar sinagog serta target Israel dan Yahudi lainnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button