Efisienkan Proses Perizinan Angkutan Udara, Kemenhub Siapkan SIP-TAU

Baaca.id, JAKARTA – Upaya mengefisienkan proses perizinan usahan di bidang angkutan udara tengah dilakukan Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

Saat ini, Direktorat Jenderal (Ditjen) Perhubungan Udara (Hubud) Kemenhub mengembangkan Sistem Perizinan Terpadu Angkutan Udara (SIP-TAU). Aplikasi tersebut terintegrasi dengan OSS Berbasis Resiko.

“Pengembangan aplikasi SIP-TAU, digunakan untuk mengurangi inefesiensi (ketidakefisienan) pelayanan, meningkatkan akurasi proses verifikasi pemenuhan persyaratan termasuk pembayaran PNBP,” ungkap Direktur Jenderal (Dirjen) Hubud, Novie Riyanto, Selasa (19/10/2021).

Dijelaskan, pengembangan aplikasi SIP-TAU dilakukan dengan menerapkan strategi Simplikasi Bisnis Integrasi Online Single Submission (Simbiosis).

“Yang bermakna adanya sinergi dan kolaborasi dengan berbagai pihak baik internal maupun eksternal,” jelas dia.

Pengembangan SIP-TAU yang terintegrasi dengan OSS Berbasis Resiko tersebut sesuai dengan amanah Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja dan aturan turunannya Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 35 tahun 2021 tentang penyelenggaraan angkutan udara.

Tujuannya, mempermudah iklim usaha di bidang angkutan udara sekaligus menciptakan lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi.

“Bagi pelaku usaha yang ingin melakukan usaha di bidang angkutan udara, kami telah mengembangkan sistem yang memberikan kemudahan dalam melakukan perizinan, yaitu aplikasi SIP-TAU,” kata Dirjen Hubud, Novie Riyanto dalam keterangan resmi.

Untuk mendapatkan sertifikat standar yang akan diterbitkan oleh OSS Berbasis Resiko, lanjut Novie, pemohon wajib mendapatkan hasil verifikasi pemenuhan persyaratan sertifikat standar angkutan udara.

“Prosesnya dilakukan secara online melalui aplikasi SIP-TAU,” terang Novie.

Dibeberkan, setelah kewajiban melengkapi seluruh persyaratan yang ditentukan sesuai dengan ketentuan yang berlaku pada KP 223 Tahun 2021 tentang penggunaan SIP-TAU yang Terintegrasi dengan Sistem Online Single Submission (OSS) Berbasis Resiko terpenuhi, selanjutnya, akan melalui analisa dan evaluasi secara berjenjang oleh personel perizinan Direktorat Angkutan Udara.

“Dengan aplikasi SIP-TAU waktu penyelesaian perizinan sesuai SLA maksimal 7 hari untuk sertifikat standar angkutan udara niaga berjadwal dan tidak berjadwal, serta 3 hari untuk angkutan udara bukan niaga,” pungkas Novie. (*)



Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button