7 Fakta Unik Hewan Kukang

Kukang (Nycticebus spp) merupakan hewan imut yang biasa disebut hewan malu-malu. Hewan ini mempunyai ukuran tubuh sekitar 20 cm -30 cm dan memiliki berat tubuh sekitarĀ  0,375-0,9 kg. Selain pemalu, hewan ini akan membuat kita gemas bagi yang melihatnya.

Kukang mempunyai warna rambut yang beragam, mulai dari kelabu keputihan, kecoklatan, hingga kehitam-hitaman.

Pada punggungnya, mempunyai ciri khas yaitu garis cokelat melintang dari belakang hingga dahi, lalu bercabang ke dasar telinga dan matanya.

Karena Kukang memiliki penampilan yang lucu dan menggemaskan, sehingga banyak orang yang gemar menjadikannya hewan primata ini sebagai hewan peliharaan.

Kukang adalah hewan primata bertubuh kecil, kekar, dan berekor sangat pendek. Kepalanya yang bulat, moncongnya meruncing, dan mata yang besar, selain itu rambut tubuhnya halus dan lebat.

Hewan ini mempunyai garis cokelat mulai dari ubun-ubun sampai tengah punggung atau pangkal ekor. Dan memiliki lingkaran gelap yang mengelilingi kedua matanya.

Pada malam hari, mata kukang ini memantulkan cahaya seperti obor dengan jelas. Hewan ini merupakan satwa nokturnal atau hewan yang aktif di malam hari. Sehingga, ia akan tidur pulas saat fajar dan bangun pada malam hari.

Kukang suka memanjat dan bergerak di antara ranting dan dahan pohon dengan lambat dan hati-hati yang hampir tidak pernah melompat.

Tangan dan kakinya yang hampir sama panjang, sehingga hewan ini dapat merentangkan tubuhnya dan berputar untuk meraih dahan yang satu ke dahan yang lainnya.

Karena kebiasaan tangan dan kakinya itu telah mengalami adaptasi, sehingga mampu memegang erat ranting pohon dalam jangka waktu cukup lama.

Perilaku hewan ini sedikit diketahui manusia, akan tetapi hewan ini salah satunya bisaberkomunikasi lewat bau yang ditinggalkannya di tempat-tempat tertentu seperti dahan atau rerantingan.

Kukang jantan ini memiliki teritori yang dipertahankan dengan ketat. Hewan ini lambat bereproduksi, sehingga anaknya yang masih kecil terkadang suka ditinggalkan di rerantingan pohon atau didukung bergantian oleh kedua induknya.

Kukang merupakan hewan omnivora, memangsa hewan-hewan kecil, buah-buahan, dan getah pepohonan.

Namun, Anda perlu hati-hati jika melihatnya di malam hari. Ia akan merasa terganggu jika terdapat adanya pantulan sinar cahaya yang menyala terang.

Cahaya yang aman untuk mata hewan ini sekitar lima watt atau sama dengan lampu tidur. Berikut ini adalah tujuh fakta unik mengenai kukang berdasarkan lansiran dari Mongabai.co.id

BACA JUGA : Berburu Hewan Peliharaan di Pasar Hobi Makassar

Fakta Unik Kukang

1. Terdapat Tiga Jenis Spesies Kukang di Indonesia

Di Indonesia, berdasarkan ekologi dan persebarannya, hewan ini terbagi menjadi tiga spesies yaitu Kukang Jawa (Nycticebus javanicus), Kukang Sumatera (Nycticebus coucang), dan Kukang Kalimantan (Nycticebus menagensis).

Ada dua cara untuk membedakan ketiga jenis tersebut. Yang pertama yaitu dari berat badan. Kukang jawa memiliki berat sekitar 900 gram, sementara Kukang Sumatera memiliki berat 700 gram, dan Kukang Kalimantan mempunyai berat sekitar 600 gramman.

Yang kedua yaitu berdasarkan cirinya. Hewan ini mempunyai punuk yang terang dan lebih indah.

Sedangkan spesies Sumatera dan Kalimantan mempunyai warna coklat keabu-abuan tidak terang seperti kukang jawa.

Berdasarkan data dari International Union for Conservation of Nature, Kukang Jawa termasuk dalam status Kritis (CriticallyEndangered) atau dengan kata lain satu langkah menuju kepunahan di alam.

Sementara spesies Sumatera dan Kalimantan memiliki status yang Rentan (Vulnerable) atau dengan kata lain tiga langkah menuju kepunahan di alam.

2. Kukang merupakan hewan yang pintar

Fauna yang ini termasuk ke dalam satwa yang pintar. Bisa kita lihat dari caranya ia memakan buah-buahan yang hanya ia makan hanya daging dan buahnya saja.

Sementara kulit dan bijinya dibuang. Buah-buahan yang disukainya ialah buah yang benar-benar matang.

3. Mempunyai Tubuh yang Lentur

Hewan ini memiliki tubuh yang lentur. Hewan pemalu ini bisa membelit di cabang pohon atau dahan, bahkan sampai bergelantungan terbalik.

Pada saat tidur, ia melipat tubuhnya ke dahan sampai seperti bola dengan kepala yang ditekuk dan disembunyikan pada bagian lutut.

Posisi menggulung ini merupakan sebuah bentuk pertahanan diri dari serangan musuh yang mengintainya dikala tidur. Sehingga hewan primata ini akan tertidur di cabang pohon yang tinggi dan yang aman.

4. Tidak Sama dengan Kuskus

Kukang sering disebut sama dengan kuskus, padahal kedua hewan ini berbeda. Ia memiliki bentuk wajah yang bulat sedangkan bentuk wajah kuskus memiliki ujung hidung meruncing kedepan.

Kuskus merupakan hewan berkantung sementara kukang tidak. Perbedaan lainnya yaitu ada pada tangan dan jari, Kukang lebih panjang ketimbang kuskus. Hal ini dikarenakan ia merupakan hewan yang menghabiskan hidupnya di atas pohon (arboreal).

Sementara, kuskus memiliki ekor yang panjang dan kuat yang memiliki fungsi sebagai alat untuk bergelantungan ketika pindah dari satu dahan pohon ke dahan lainnya.

5. Mempunyai Taring yang Berbisa

Hewan ini merupakan primata yang menghasilkan bisa. Bisa kukang dipergunakan untuk pertahanan diri dari serangan musuh atau ketika terancam bahaya.

Gigitan kukang ini sebetulnya tidak terlalu berbahaya, karena bisa tersebut bukan berasal dari gigi taring.

Bisa tersebut dihasilkan dari kelenjar yang berada pada siku tangannya yang bagian dalam yang selanjutnya dimasukkan ke mulut dan bercampur dengan air liur sebelum kukang melakukan gigitan terhadap mangsa atau musuhnya.

6. Hewan Mitos

Perburuan kukang terus terjadi. Hal ini karena adanya mitos zaman dahulu yang masih dipercayai di beberapa masyarakat Indonesia yang menjadikannya hewan ini sebagai tumbal untuk pembangunan jalan atau jembatan.

Supaya jalan atau jembatan tersebut awet dan tidak mudah rusak.

Padahal, hewan primata ini merupakan hewan yang dilindungi menurut Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistem.

Hewan ini dilarang untuk diburu, dipelihara, diperdagangkan keluar negeri maupun dimanfaatkan oleh manusia sampai dengan bagian tubuhnya.

Untuk ancaman hukuman bagi yang pelihara hewan ini adalah penjara maksimal 5 tahun. Kukang seharusnya tidak diburu, dan memang harus dilindungi.

Karena di alam, kukang seringkali menghisap madu bunga, memakan serangga, buah-buahan yang benar-benar matang.

7. Bukan Hewan Peliharaan

Penelitian yang dilakukan oleh dua Mahasiswa dari universitas terkemuka yaitu dari Fakultas Kedokteran Hewan Institut Pertanian Bogor di Yayasan International Animal Rescue Indonesia. Penelitiannya menunjukkan adanya potensi zoonosis.

Zoonosis merupakan sebuah penyakit yang dapat menular dari hewan kepada manusia atau bisa juga sebaliknya yang ditemukan pada hewan.

Salah satu penyakit akibat memelihara hewan ini adalah penyakit yang dapat menular ke manusia yaitu cacingan.

Jumlah cacing yang lumayan banyak ini ditemukan dari hasil pemeriksaan feses atau kotoran kukang. Cacing yang ditemukan merupakan cacing gilik dan cacing pipih.

Penularan penyakit cacing dari hewan ke manusia ini dapat terjadi melalui telur yang tertelan maupun yang terhirup oleh manusia.

Selain itu bisa juga dengan melalui kontak langsung atau melalui telur yang berada di tanah, buah, air, dan hingga pakaian.

Telur cacing tersebut bisa hidup dalam waktu dua bulan sampai dua tahun dalam lingkungan yang kondusif kelembabannya, iklim, hingga suhunya.

Sehingga hewan ini tidak baik untuk dipelihara, selain hewan yang dilindungi oleh Indonesia, hewan ini mempunyai bahaya juga bagi manusia.

Gigitan Beracun

Gigitan hewan ini dikenal berbahaya karena dari gigitannya ini terdapat bisa. Kemampuan ini jarang terdapat di kalangan hewan mamalia jenis lainnya, namun memiliki khas pada kelompok primata lorisid.

Bisa racunnya didapatkan dengan cara menjilati kelenjar di lengannya. Bisa pada cairan kelenjar tersebut diaktifkan dengan bercampur ludah.

Gigitan berbisa itu berguna untuk membuat jera serangan musuh, dan juga untuk melindungi anaknya.

Pemangsa alami kukang di antaranya, adalah ular, elang brontok, dan orangutan dan beruang madu juga turut memangsanya.

Demikian penjelasan artikel tentang Hewan Kukang ini, semoga artikel ini bermanfaat dan dapat menambah wawasan ilmu pengetahuan Anda.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button