Cara Kerja dan Fungsi Kondensor

Baaca.id – Kondensor merupakan suatu komponen yang terdiri berdasarkan jaringan pipa dan berfungsi buat mengganti uap sebagai zat cair (air). Selain itu, kondensor adalah salah satu jenis mesin penukar kalor (heat exchanger) yang berfungsi buat mengkondensasikan fluida kerja.

Kondensor merupakan suatu alat yang dipakai buat mengganti uap berdasarkan turbin uap sampai sebagai air menggunakan donasi air pendingin utama.

Uap bekas berdasarkan turbin uap yang panas dimasukkan ke pada kondensor yang memperoleh pendingingan berdasarkan air pendingin utama. Sehingga terjadilah perpindahan panas, buat itu alat ini diklaim penukar kalor.

Uap yang panas bersinggungan menggunakan pendinginan akan terkondensasi, dan air hasil berdasarkan proses kondensasi diklaim air kondensat.

Pada penggunaannya, kondensor berada pada luar ruangan yang akan didinginkan supaya panas (kalor) yang keluar ketika pengoperasiannya bisa dibuang keluar sebagai akibatnya tidak mengganggu proses pendinginan.

Fungsi Kondensor

Lalu seberapa pentingnya peranan kondensor pada sistem pengapian konvensional? Fungsi kondensor merupakan buat melindungi hubungan point supaya tidak terkena percikan bunga barah yang masih ada pada platina.

Pasalnya percikan bunga barah yang pada haslikan platina berpotensi buat menciptakan hubungan point akan mudah aus. Fungsi lain berdasarkan kondensor juga menjadi loncatan percikan bunga barah yang terjadi dalam breaker point dan letaknya terdapat pada platina.

Cara Kerja Kondensor pada Sistem Pengapian

Setelah mengetahui mengenai fungsi kondensor kali ini kita akan masuk dalam pembahasan tentang cara kerjannya kondensor itu sendiri. Coil sekunder akan mempunyai tegangan ya akan naik berkat percikan bunga barah, hal itu membantu platina sebagai tahan lama.

Sementara arus utama pada alirkan dalam kumparan utama, apabila arus utama terputus menggunakan datang-datang, maka secara otomatis akan bisa membentuk tegangan relatif tinggi mencapai nomor 500 volt dalam kumparan utama, dan membentuk 10.00 volt dalam kumparan skunder yang terletak pada bagian ignition coil.

Lalu induksi bisa mengakibatkan arus mengalir menggunakan bentuk percikan barah yang terletak dalam bagian breaker point. Selain itu platina akan pada putus secara lambat pada bandingkan menggunakan aliran dan tegangan listriknya.

Arus utama akan pada putus menggunakan cepat supaya tegangan yang pada bangkitkan dalam bagian skunder akan lebih maksimal. Kemudian kendala arus tadi akan melambat ketika arus utama pada aliri tegangan, hal ini pada karenakan induksi diri terjadi dalam ketika arus mengalir pasa suatu kumparan.

Baca Juga:

Cara Kerja Kondensor

Pada ketika arus utama mengalir maka akan terjadi kendala dalam arus tadi, hal ini ditimbulkan oleh induksi diri yang terjadi dalam ketika arus mengalir dalam kumparan utama.

Induksi diri tidak hanya terjadi dalam ketika arus utama mengalir, akan namun juga dalam ketika arus utama diputuskan oleh platina ketika mulai membuka.

Pemutusan arus utama yang datang-datang dalam ketika platina membuka, mengakibatkan bangkitnya tegangan tinggi kurang lebih 500 V dalam kumparan utama dan 10.000 volt atau lebih dalam kumparan sekunder dalam ignition coil.

Induksi diri tadi, bisa mengakibatkan arus utama permanen mengalir pada bentuk bunga api dalam breaker point. Hal ini terjadi lantaran gerakan pemutusan platina relatif lebih lambat dibandingkan menggunakan gerakan aliran listrik yang ingin terus melanjutkan alirannya ke massa/ground/body.

Apabila terjadi loncatan bungai api dalam platina ketika platina mulai membuka, maka pemutusan arus utama tidak terjadi menggunakan cepat dan maximal, padahal tegangan yang dibangkitkan dalam kumparan sekunder akan naik bila pemutusan arus utama terjadi lebih cepat.

Untuk mencegah terjadinya loncatan bunga api dalam platina, maka dipasang kondensor dalam rangkaian pengapian. Pada biasanya kondensor dipasang (dirangkai) secara paralel menggunakan platina.

Dengan adanya kondensor, maka induksi diri dalam kumparan utama yang terjadi ketika platina membuka, disimpan sementara dalam kondensor, sekaligus akan meningkatkan kecepatan pemutusan arus utama.

Kemampuan berdasarkan suatu kondensor ditunjukkan oleh seberapa besar kapasitasnya. Kapasitas kondensor diukur menggunakan satuan mikro farad [µF], contohnya kapasitor menggunakan kapasitas 0,22 µF atau 0,25 µF

Agar fungsi kondensor mampu mencegah terbakarnya platina lantaran adanya loncatan bunga barah dalam paltina tadi, maka kapasitas kondensor wajib  sesuai menggunakan spesifikasi yang sudah ditentukan.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button