Gegara Gempa, Proses Vaksinasi Nakes di Sulbar Mengalami Keterlambatan

Baaca.id, MAMUJU – Vaksinasi Covid-19 di Sulawesi Barat untuk tahap pertama menargetkan 9.000 tanaga kesehatan (Nakes). Namun hingga saat ini, nakes yang divaksin baru mencapai 6.427 orang atau 68 persen.

Juru Bicara Covid-19 Sulbar, Safaruddin Sanusi mengatakan, proses vaksinasi tahap pertama untuk nakes mengalami penundaan karena terjadi gempa bumi.

“Vaksinasi tahap pertama untuk nakes sebenarnya dijadwalkan tanggal 15 Januari lalu, namun karena terjadi gempa sehingga ditunda beberapa pekan, hingga menunggu kondisi kembali stambil,” kata Safarudin, Rabu (24/2/2021).

Akibat gempa tersebut, dua kabupaten di Sulbar, yaitu Mamuju dan Majene tidak dapat melaksanakan proses vaksinasi sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan. Sedangkan empat kabupaten lainnya, seperti, Mamuju Tengah, Pasangkayu, Polman dan Mamasa, masih terus melakukan proses vaksinasi terhadap tenaga medisnya.

Berdasarkan update terkini, jumlah kasus positif Covid-19 di Sulbar mencapai 5.190 orang. Sembuh 3.558 orang dan meninggal 99 orang. Jumlah ini naik dua kali lipat pasca terjadinya gempa.

Peningkatan warga Sulbar terkonfirmasi postif Covid-19 lantaran warga di Kabupaten Mamuju dan Majene mengabaikan protokol kesehatan di tengah pengungsian. Kabupaten Mamuju dan Majene memang merupakan dua kabupaten yang terkena gempa bumi. (syarif)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button