Gelombang Panas Ekstrem Landa India-Pakistan, Warga Krisis Listrik dan Air

BAACA.ID – Gelombang panas ekstrem berbahaya melanda seluruh wilayah India dan Pakistan pada Kamis (28/4). Suhu yang mencapai 45 derajat Celcius ini sempat membakar tempat pembuangan sampah di New Delhi.

Ramalan cuaca menyebutkan situasi ini akan menjadi lebih parah pada akhir pekan ini. Serta gelombang panas juga berpotensi membuat warga kekurangan listrik dan air.

Saat ini pembangkit listrik tengah menghadapi kekurangan batu bara, yang menjadi sumber utama listrik di negara berpenduduk 1,4 miliar orang itu. Begitupun dengan air yang dibanyak daerah dilaporkan mengalami risiko penurunan pasokan air yang akan memburuk sampai musim hujan tahunan pada Juni dan Juli mendatang.

“Ini pertama kalinya saya melihat cuaca yang begitu buruk di April. Biasanya, kami siap untuk ini pada Mei dan seterusnya,” kata Somya Mehra (30), seorang ibu rumah tangga di Delhi, dikutip dari Guardian, Jumat (29/4).

Kekurangan air akan sangat memukul para petani, termasuk yang menanam gandum karena India kini tengah meningkatkan ekspor guna membantu mengurangi kekurangan global akibat perang di Ukraina. Sehingga petani harus menggunakan air dengan hemat, padahal sekitar 40 persen tenaga kerjanya bekerja di sektor pertanian.

Baca Juga:

Departemen Meteorologi India memperkirakan gelombang panas akan terjadi di dataran utara serta bagian tengah negara sepanjang minggu ini. Sementara kondisi gelombang panas yang parah diperkirakan terjadi di Rajasthan barat pada 1 Mei-2 Mei.

Sejalan dengan itu, Badan Meteorologi Pakistan memperiingatkan suhu bisa naik 8 celcius di beberapa bagian Pakistan, dengan puncaknya 48 celcius di beberapa bagian pedesaan Sindh.

Bulan lalu merupakan Maret terpanas yang tercatat sejak 1961. Bersamaan dengan Ramadhan, panas membuat puasa di India dan Pakistan menjadi lebih sulit bagi umat Islam.

“Suhu meningkat dengan cepat di negara ini, dan meningkat jauh lebih awal dari biasanya,” kata Perdana Menteri India Narendra Modi.

Bencana gelombang panas telah menewaskan lebih dari 6.500 orang di India sejak 2010. Para ilmuwan mengatakan perubahan iklim menjadikannya kian panas dan semakin sering terjadi di Asia Selatan.



Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button