Guru Rawan Terjerat Hukum, Makassar Kebut Ranperda Perlindungan Guru

Baaca.id, MAKASSAR – DPRD Makassar akan memberi prioritas untuk mempercepat pembahasan Ranperda Perlindungan Guru. Ranperda ini menjadi penyeimbang bagi guru yang rentan pada kasus hukum.

“Ranperda ini memberi perlindungan bagi guru dalam menunaikan kewajiban. Sekaligus dalam menjamin hak haknya,” ujar Ketua Pansus Ranperda Perlindungan Guru Al Hidayat Samsu, Jumat (17/9/2021).

Menurut Al Hidayat, dalam beberapa kasus, guru kerap terjerat kasus hukum. Padahal di saat bersamaan ia tengah menunaikan kewajibannya.

Seringkali kata Hidayat, guru dilapor murid atau orang tua murid karena menjalankan fungsinya sebagai pengajar. Dalam kasus itu guru secara profesi sangat dirugikan dan menyebabkan munculnya trauma psikologis dalam mengajar.

“Dasarnya adalah beberapa kali kita melakukan rapat dengar pendapat (RDP) bersama kepala sekolah dan guru. Mereka mengeluhkan minimnya perlindungan saat mereka menjalankan kewajiban,” ungkapnya.

Karena itu dibutuhkan advokasi agar profesi guru tetap terlindungi. Dalam perda ini akan diatur bagaimana regulasi memberi guru ruang yang lebih dinamis.

“Mereka ingin UU Perlindungan Guru dan Dosen diturunkan atau dibentuk ke peraturan daerah (Perda). Nantinya Perda ini akan mengatur secara teknis,” papar Politisi PDIP itu.

Para guru ini melihat, UU Perlindungan Anak juga sudah punya turunan di Perda dan diatur secara teknis di dalamnya.

“Maka hak dasarnya itu adalah bagaimana kita ingin melindungi hak dan kewajiban guru yang ingin dilindungi. Bagaimana dia melakukan transfer of knowlegde, transfer of skill itu guru merasa aman di kelas tanpa ada tendensius kepada apapun itu,” jelasnya.

Tetapi esensinya menurut Hidayat, perda ini bukan saja melindungi guru, tapi juga warga sekolah.

“Sehingga guru tidak lagi memikirkan bagaimana cara mendisiplinkan atau takut mendisiplinkan murid,” pungkasnya.



Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button