Simak Syarat dan Info Umrah Terbaru Tahun Ini

Baaca.id — Info umrah terbaru, Arab Saudi telah menerima jemaah umrah selama bulan Ramadhan, namun pemerintah sudah memberikan kebijakan yang harus jemaah patuhi.

Konsul Haji KJRI Jeddah Endang Jumali mendapatkan info umrah terbaru dari Arab Saudi bahwa telah membuka Masjidil Haram dan Masjidil Nabawi untuk jemaah umrah. Namun dalam izinnya masih diberikan secara terbatas dan melalui prosedur perizinan yang ketat.

“Saudi akan membuka izin umrah mulai awal Ramadhan 1442H,” ujar Endang Jumali yang telah dikutip melalui kemenag.go.id pada (8/4/2021).

Endang mendapatkan info umrah terbaru bahwa untuk izin umrah akan dibuka bagi warga nagara Arab Saudi dan ekspatriat yang saat ini tinggal di Arab Saudi. Endang juga menjelaskan untuk pendaftaran e-visa umrah bisa dilakukan melalui Eatamarna dan Tawakalna.

Aplikasi tersebut tetap terbuka dan dapat diakses oleh penyelenggara umrah untuk  negara yang sudah diizinkan jemaahnya masuk ke Arab Saudi. Calon jemaah umrah yang akan mendaftar diwajibkan melakukan vaksinasi.

“Persyaratan lainnya adalah pembatasan usia jemaah umrah, masih berlaku pada usia 18-60 tahun, kecuali bagi warga Saudi sebelum usia 70 tahun,” jelas Endang Jumali.

Kemudian dikutip dari Saudi Gazette, memberikan info umrah terbaru untuk jemaah umrah bahwa tidak boleh menambah anak sebaai pendampingnya. Sedangkan pemegang izin bisa menambahkan ibunya sebagai pendamping calon jemaah.

Saat melaksanakan umrah di bulan Ramadhan memiliki keistimewaan di bagian pahala. Bukan hanya pahala serupa melaksanakan ibadah haji, melainkan ibadah haji seperti berhaji bersama Nabi Muhammad SAW.

Diriwayatkan oleh Ibnu Abbas, dari Rasulullah SAW bersabda : “Sesungguhnya umrah di bulan Ramadhan seperti berhaji bersamaku.” (HR. Imam Bukhari)

Info umrah terbaru mengatakan keistimewaan umrah di bulan Ramadhan ini memiliki dua perbedaan pendapat. Satu pendapat menyebutkan bahwa pahala serupa haji bersama Rasulullah SAW hanya bagi wanita yang dikisahkan dalam hadist.

Baca Juga:

Dan pendapat lainnya menyebutkan bahwa hal tersebut diperuntukkan untuk semua umat muslim yang melaksanakan umrah di bulan Ramadhan.

Umrah di Bulan Ramadhan

Umrah di bulan Ramadhan mengandung makna keistimewaan tersendiri dibandingkan dengan bulan-bulan yang lainnya. Nilai pahala saat umrah di bulan Ramadhan sama dengan berhaji bersama Rasulullah Muhammad SAW.

Umrah di bulan Ramadhan yang serupa ibadah haji ini dijelaskan dalam hadist riwayat Imam Bukhari dan Imam Muslim dari Ibnu Abbas RA.

“Rasulullah SAW pernah bertanya kepada seorang wanita, ‘Apa alasanmu sehingga tidak ikut berhaji bersama kami?’

Wanita itu menjawab. ’Aku punya tugas untuk memberi minum pada seekor unta dimana unta tersebut ditunggangi oleh ayah fulan dan anaknya (maksudnya suami dan anak wanita itu).

Ia meninggalkan unta tadi tanda diberi minum, lantas kamilah yang bertugas membawakan air pada unta tersebut’.

Lantas Rasulullah SAW bersabda, ‘Jika Ramadhan tiba, berumrahlah saat itu karena umrah Ramadhan senilai dengan haji.”

Arab Saudi Izinkan 50 Ribu Kuota Umrah saat Ramadhan 2021

Info umrah terbaru dari Kerajaan Arab Saudi bahwa aturan terbaru mengizinkan 50 ribu orang untuk menunaikan umrah selama Ramadhan 2021. Izin tersebut diberikan setiap harinya sehingga banyak orang berkesempatan meski masih dalam pandemi Covid-19.

Berdasarkan laporan Arab News, Rabu (7/4/2021), Presidensi Umum Dua Masjid Suci berkata sebanyak 100 ribu orang boleh beribadah di Masjidil Haram setiap hari di bulan Ramadhan. Ini merupakan program peningkatan kapasitas.

Lansia berusia 65 tahun ke atas juga dibolehkan untuk umrah dengan syarat sudah mendapatkan vaksin Covid-19. Arab Saudi menggunakan vaksin Pfizer, Raja Salman juga mendapatkan vaksin tersebut.

Vaksinasi menjadi syarat utama untuk masuk Masjidil Haram, serta Masjid Nabawi di Madinah. Untuk shalat tarawih, pemerintah Arab Saudi saat ini belum memberikan aturan.

UEA Larang Buka Puasa Bersama

Kerajaan Arab Saudi tak mengizinkan sahur dan buka bersama Ramadhan 2021. Ternyata, Uni Emirat Arab sudah melakukan kebijakan tersebut. Di tengah pandemi Covid-19, warga UEA tidak diizinkam mendirikan tenda-tenda untuk acara buka puasa.

Kebijakan terkait restoran juga akan diperketat. Restoran tak boleh membagikan makanan iftar di dalam maupundi luar restoran. Antar makanan pun juga dibatasi kepada pekerja di kompleks-kompleks tempat tinggal.

Pengantaran makanan harus berkoordinasi dahulu dengan manajemen tenaga kerja di tiap daerah dan mengikuti protokol social distancing.

Meski demikian para kementerian mengizinkan agar mal dibuka selama 24 jam dengan pengawasan protokol kesehatan untuk mencegah Covid-19, aturan terkait paket dan pengiriman makanan juga akan diperbarui.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button