Ini Alasan Ezra Walian Belum Bisa Perkuat Timnas

Baaca.id — PSSI kembali menjelaskan Ezra Walian yang hingga kini belum bisa membela timnas Indonesia.

Sekjen PSSI, Yunus Nusi menjelaskan, setidaknya ada empat hal yang diminta FIFA terkait perpindahan status (change of association) dari KNVB ke PSSI.

Keempat syarat tersebut adalah lahir di wilayah asosiasi yang dituju; ibu kandung atau ayah kandung lahir di wilayah asosiasi yang dituju; nenek atau kakek lahir di wilayah asosiasi yang dituju; dan telah tinggal di wilayah asosiasi yang dituju paling tidak 5 tahun.

“Saat ini, PSSI belum bisa provide bukti resmi bahwa orangtua atau kakek dan neneknya lahir di Indonesia, dan Ezra sampai saat ini belum 5 tahun memiliki KTP,” kata Yunus.

Meski demikian, PSSI tetap mendapat sorotan. PSSI bahkan dibandingkan dengan Federasi sepak bola Malaysia (FAM) dimana pada 1 Juni 2021 telah resmi mengumumkan Dion Cools bisa membela Malaysia di Kualifikasi Piala Dunia 2022. Caranya adalah, FAM rutin menjalin korespondensi.

Untuk mendapatkan perincian pertandingan Dion Cools bersama Belgia, FAM beberapa kali bersurat secara resmi kepada federasi sepak bola Belgia (RBFA).

Tak hanya rutin bersurat dengan RBFA, FAM juga rajin berkonsultasi dengan FIFA. Bahkan, FAM mengakui bahwa FIFA banyak membantu proses perpindahan status Cools.

Hal inilah yang tak ‘dimainkan’ Indonesia, dalam hal ini PSSI. Jika PSSI rajin berkonsultasi dengan FIFA dan KNVB, sebagaimana diinginkan Ezra, nasib seperti Cools bisa diperoleh.

Mengenai hal ini, Yunus menyebut situasinya berbeda dan nasib yang dialami Ezra dan Cools juga berbeda. Kini, dokumen yang dibutuhkan FAM terkait Cools lengkap, sedangkan Ezra belum lengkap.

“Dion Cools, yang bersangkutan memenuhi salah satu dari persyaratan kewarganegaraan yakni ia lahir di Malaysia, begitu juga dengan ibunya yang warga negara Malaysia (ayahnya WN Belgia),” ujar Yunus.

“Cools pernah pernah bermain di timnas [junior] Belgia, terakhir ia membela Belgia untuk Timnas U-18 di tahun 2014. Dengan demikian, ia memenuhi regulasi FIFA pasal 6, pasal 7, dan juga pasal 9,” kata Yunus menambahkan. (#)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button