Jadi Langganan Tahunan Warga Sibulue Bone Rayakan Idul Fitri Di Tengah Banjir

Baaca.id, BONE — Dua hari hujan lebat setelah perayaan hari raya idul fitri sejumlah di Wilayah Kabupaten Bone Sulawesi Selatan terendam banjir adapun wilayah Kabupaten Bone yang terendam banjir yaitu Kecamatan Tanete Riattang Kecamatan Cina dan Kecamatan Sibulue.

Diantara wilayah yang terdampak banjir Kecamatan Sibulue yang mengalami banjir besar dimana jalan tersebut tergenang air sepanjang 21 meter dan ketinggian air berarus deras mencapai betis orang dewasa.

Andi Zainal Wahyudi selaku Camat Sibulue dalam hal ini telah mengetahui dan mengatakan ini banjir tahunan dan memang langganan banjir setiap pertengahan tahun.

“Tapi dua tahun lalu tidak separah ini ada tiga Desa yang terkena banjir ketika hujan lebat,yaitu Desa Pattiro Sompe,Desa Polewali dan Desa Malluse Tasi,”ujarnya Jumat 14/5/2021.

Penyebab terjadinya banjir ini ketika hujan deras bersamaan naik air pasang dari laut dan sungai.

“Andai hujan saja mungkin tidak terlalu banjir tapi itu air pasang apalagi sungai yang berada diwilayah tersebut sudah berapa kali terjadi pengerukan dari Provinsi,jadi solusi untuk mengantisipasi banjir ini sedikit agak sulit,’kata Andi Zainal.

Saya sudah laporkan hal ini kepada Bapak Bupati Bone semoga ada upayah dari Pemerintah Daerah untuk mengantisipasi dan membantu masyarakat yang terdampak banjir yang ada diwilayah tersebut,”tambah Andi Zainal Wahyudi.

Sementara itu Kepala Desa Malluse Tasi Hasanuddin juga mengatakan bahwa banjir tahunan ini sudah menjadi langganan bagi masyarakat setempat.

“Ada dua Dusun yang terendam banjir ketika hujan deras yaitu Dusun Maccope dan Dusun Jambu,tapi warga setempat sudah terbiasa dalam hal ini karna mau diapa dan ini sudah menjadi banjir tahunan,”ungkapnya.

Mereka juga tidak bisa berbuat banyak ketika banjir warga disini hanya saling membantu memikul kendaraan roda dua ketika jalan itu tidak bisa dilalui.

“Uniknya lagi tadi setelah hujan deras warga masih bisa bersilaturahmi kepada sesama ditengah banjir untuk merayakan hari raya idul fitri,”ungkap Pa Desa.

Kerugian mereka juga banyak ketika mengalami banjir karena warga disini mayoritas mempunyai tambak juga petani.

“Jadi kalau banjir tambak mereka juga ikut terendam belum lagi sawah mereka ikut terendam yang belum sempat dipanen jadi kerugian mereka itu juga terbilang banyak,”tambah Hasanuddin.(Far)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button