5 Jenis Bebek Pedaging yang Dapat Dipelihara

Baaca.id – Selain daging ayam, daging bebek banyak diminati oleh masyarakat umum karena rasanya yang lebih gurih dibandingkan dengan daging ayam. Kolesterol penting dalam daging bebek karena mengandung lebih banyak lemak daripada daging ayam. Namun selain dagingnya, bebek juga dipelihara untuk diambil telurnya.

Ada banyak jenis bebek, antara lain bebek pedaging dan bebek petelur, tergantung fungsinya. Namun tidak jarang bebek dimanfaatkan dagingnya saat memasuki masa rejeksi atau saat tidak aktif bertelur.

Namun dagingnya akan lebih keras, sehingga daging bebek sebaiknya diambil dari bebek pedaging khusus agar dagingnya lebih empuk dan tidak membutuhkan waktu lama untuk mengolahnya.

Jenis Bebek Pedaging Untuk Dipelihara

bebek petelur merupakan bebek yang mampu menghasilkan telur dalam jumlah banyak dan biasanya memiliki tubuh yang kecil atau karkas yang kecil.

bebek pedaging dapat menghasilkan banyak telur per tahun, sehingga bebek merupakan dwifungsi breeder. Kami akan mencoba membahas berbagai di antaranya.

Bebek Bali

Ini adalah jenis bebek asli yang banyak dikembangbiakkan di pulau Bali, Lombok, dan Nusa Barat, dan juga dikenal sebagai penguin karena bentuk tubuhnya yang mirip penguin. Biasanya digunakan sebagai bebek petelur, karena produksi telurnya bisa mencapai 220 butir per tahun, dengan telur yang relatif kecil seberat 59 gram.

Memiliki daya tahan tubuh yang sangat baik terhadap berbagai suhu yang berbeda. Spesies ini mulai menghasilkan telur pada usia 23-24 minggu dan tidak mengerami telurnya.

Warna bulu bebek juga mempengaruhi produksi telur, bulu sumi atau telur seperti jerami kering dapat menghasilkan hingga 153 butir telur per tahun.

Jenis lain adalah bulu putih bersih dengan tanda di kepala, tetapi jenis ini banyak digunakan sebagai bebek hias karena keindahan bentuk dan warnanya. Bebek Bali tidak memiliki kebiasaan mengerami telur, Beratnya bisa mencapai 1,6 kg dalam 2-3 bulan.

Baca Juga:

Bebek Mojosari

Jenis bebek ini juga dikenal sebagai bebek Mojosari karena dikembangbiakkan di daerah Modopuro, Mojosari, Mojokerto, dan Jawa Timur. Bebek ini memiliki bulu berwarna coklat kemerahan coklat, hitam, dan putih, serta paruh dan kakinya berwarna hitam.

Biasanya pada jantan 1-2 ekor bulunya menggulung ke atas. Berat rata-rata orang dewasa adalah 1,7 kg.

Trah ini banyak diminati dan digunakan untuk bebek petelur karena menghasilkan telur yang banyak, rata-rata 230-265 butir per tahun. Jenis bebek ini juga dikenal sebagai bebek Mojokerto karena dikembangbiakkan di daerah Modopuro, Mojosari, Mojokerto, dan Jawa Timur.

Bebek ini memiliki bulu berwarna coklat kemerahan coklat, hitam, dan putih, serta paruh dan kakinya berwarna hitam. Biasanya pada jantan 1-2 ekor bulunya menggulung ke atas. Berat rata-rata orang dewasa adalah 1,7 kg. Trah ini banyak diminati dan digunakan untuk bebek petelur karena menghasilkan telur yang banyak, rata-rata 230-265 butir per tahun.

Peternakan bebek ini menguntungkan sebab mudah dipasarkan karena telurnya besar, hijau dan rasanya enak. Bebek ini mulai bertelur pada usia 6-7 bulan. Daging jenis ini juga bisa diambil karena dagingnya rasanya enak dan warnanya terang saat diolah.

Bebek Alabio

Bebek ini berasal dari Alabio di kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, yang merupakan hasil persilangan antara bebek Kalimantan dengan bebek peking.

Laki-laki memiliki mantel coklat tua atau hitam keabu-abuan, dengan bulu di ekor yang melengkung ke luar. Betina memiliki bintik-bintik putih kecoklatan-kuning-abu-abu yang dipadukan dengan ujung dada, sedangkan sayap dan kepala memiliki semburan hitam.

Paruh dan kaki berwarna kuning cerah, dengan tubuh sangat lebar dan tidak terlalu vertikal pada sudut 600 derajat dari tanah.

Bobot tubuhnya mencapai 2 kg dalam waktu 2-3 bulan, sehingga sering dijadikan sebagai bebek pedaging. Namun bebek ini sering dijadikan ayam petelur karena kapasitas bertelurnya mencapai 200-250 butir telur per tahun. Telur pertama diletakkan pada umur 24 minggu dan berat telur rata-rata 62 gram, tidak sebesar telur bebek Bali.

Bebek Tegal

Bebek asal Tegal Jawa Tengah ini memiliki bentuk tubuh seperti botol, posisi tubuhnya hampir vertikal, bentuk tubuhnya ramping dengan langkah kokoh, dan tingginya bisa mencapai 50 cm.

Bentuk lehernya bulat tapi memanjang dan kepalanya jauh lebih pendek dari badannya. Warna bulu tubuh mereka coklat atau kata jarak, hitam, putih dan bintik-bintik coklat.

Juga tersedia dalam warna putih, kuning dan abu-abu. Bentuk paruhnya panjang dan lebar pada ujungnya, warna dominan hitam sebagai warna kakinya. Telur memiliki berat 70-75 gram dan sering digunakan untuk bebek petelur.

Bebek warna cabang dapat menghasilkan hingga 250 butir telur per tahun, bebek jarak pagar dapat menghasilkan 200 butir telur per tahun, dan bebek berwarna lain seperti putih hanya dapat menghasilkan 150 butir telur per tahun.

Bebek ini mulai bertelur pada umur 22-24 minggu, tetapi umur produksinya adalah 1-2 tahun dan bebek jenis ini tidak mempunyai kebiasaan mengerami telur. Beratnya bisa mencapai 1,5 kg dalam 2-3 bulan. bebek tegel juga mudah beradaptasi, sehingga sering disilangkan dengan ras lain.

Bebek Peking

Bebek Peking berasal dari provinsi Peking Cina dan kemudian diimpor ke Amerika Serikat pada tahun 1870-an. Bebek pedaging yang paling banyak diekspor ke Indonesia adalah dari China, Amerika Utara, dan Australia.

Bulunya berwarna putih dengan paruh dan kaki berwarna kuning. Pertumbuhan bebek ini sangat cepat dan jika dirawat dengan baik, bobotnya bisa mencapai 2,5-3,5 kg hanya dalam waktu 2-3 bulan.

Sekilas, bebek peking ini mirip dengan entok karena bobotnya yang besar. Inilah sebabnya mengapa bebek peking sering diserbu dengan tujuan mendapatkan bebek yang dapat bertahan hidup di iklim dan lingkungan Indonesia.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button