Jokowi Akui Kebijakan Pemerintah Soal Minyak Goreng Tak Efektif

BAACA.ID – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan sejumlah kebijakan terkait minyak goreng tidak berjalan efektif. Salah satunya penetapan harga eceran tertinggi (HET) minyak curah yang tidak efektif karena ada permainan didalamnya.

Selain itu kebijakan pemberian Bantuan Langsung Tunai (BLT) ke masyarakat dan pemberian subsidi kepada produsen sudah dilakukan namun belum efektif. Begitupun upaya menstabilkan harga dipasaran belum bisa dilakukan.

“Ini kenapa harga tinggi karena di luar negeri juga tinggi. Produsen pun cenderung melakukan ekspor migor ke luar negeri karena harganya tinggi dibanding di dalam negeri,” katanya.

Akibat tidak efektifnya kebijakan pemerintah ini, Jokowi menduga ada permainan dalam pelaksanaannya. Sehingga Kejagung akhirnya membongkar dan menetapkan tersangka korupsi minyak goreng.

Jokowi pun meminta Kejagung mengusut tuntas kasus minyak goreng yang kini menjerat Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan (Dirjen Daglu Kemendag) Indrasari Wisnu Wardhana sebagai tersangka. Jokowi ingin pelaku yang bermain di balik urusan minyak goreng diungkap.

“Kemarin Kejaksaan Agung sudah menetapkan 4 tersangka urusan minyak goreng ini dan saya minta diusut tuntas sehingga kita bisa tahu siapa ini yang bermain, bisa ngerti,” katanya.

Baca Juga:

Sebelumnya Jaksa Agung ST Burhanuddin menetapkan 4 tersangka korupsi minyak goreng yaitu Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kemendag berinisial IWW, Senior Manager Permata Hijau berinisial SMA, Komisaris Nabati Indonesia berinisial MPT, dan General Manager di Bagian General Affair PT Musim Mas berinisial PT

Keempatnya tersangka dalam kasus dugaan korupsi pemberian fasilitas ekspor crude palm oil atau CPO atau minyak goreng. Perbuatan para tersangka menyebabkan kerugian perekonomian negara.

“Perbuatan para tersangka tersebut mengakibatkan timbulnya kerugian perekonomian negara atau mengakibatkan kemahalan serta kelangkaan minyak goreng sehingga terjadi penurunan konsumsi rumah tangga dan industri kecil yang menggunakan minyak goreng dan menyulitkan kehidupan rakyat,” katanya

Adapun usai penetapan tersangka ini Kejagung langsung melakukan penahanan, keempatnya ditempatkan berbeda. IWW dan MPT masing-masing ditahan di Rutan Salemba Cabang Kejagung

“Tersangka SMA dan PT akan ditahan di Rutan Salemba Cabang Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan. Penahanan mereka terhitung hari ini hingga 8 Mei 2022,” jelasnya.



Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button