Kapolda dan Plt Gubernur Sulsel Gelar Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat 2021

Baaca.id, Makassar — Polda Sulsel bersama TNI dan Forkopimda Sulsel menggelar apel gelar pasukan dalam rangka kesiapan operasi kepolisian terpusat dengan sandi “KETUPAT-2021”. Menerjunkan 4.327 personel untuk berjaga di sejumlah titik perbatasan.

Kapolda Sulsel Irjen Pol Merdysam mengatakan, ribuan personel polisi ini akan didukung TNI dan Pol PP. Operasi akan digelar dari tanggal 6 hingga tanggal 12 Mei 2021.

Kegiatan ini mengambil tema “Kita tingkatkan sinergi Polri dengan instansi terkait dalam rangka memberikan rasa aman dan nyaman pada perayaan IDUL FITRI 1442 H” di Lapangan karebosi Makassar,
Rabu (5/5).

Plt Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman bertindak sebagai inspektur upacara dan dihadiri Kapolda Sulsel Irjen Pol Drs. Merdisyam MSi, Ketua DPRD Sulsel Andi Ina Kartika Sari, para Pangkotama, Wakapolda Sulsel Brigjen Pol Drs. Halim Pagarra MH, Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto dan seluruh PJU Polda Sulsel, Unsur TNI dan Forkopimda.

Polda Sulsel
Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman Berikan Keterangan Pers di Lapangan Karebosi, Rabu (5/5)

Plt Gubernur Andi Sudirman Sulaiman membacakan amanat seragam kapolri yang menjelaskan Operasi Ketupat 2021 digelar untuk memberikan jaminan keamanan dan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Sehingga dapat menjalankan ibadah puasa Ramadan dan hari raya idul fitri dengan aman, nyaman, tertib dan lancar di tengah suasana pandemi Covid-19 yang masih melanda.

“Dari 24 titik ini kita siapkan 48 pos pengamanan yang diisi oleh personel gabungan dan 27 pos pemantauan,” kata Merdysam usai menggelar apel siaga di Lapangan Karebosi, Rabu, 5 Mei 2021.

Titik penyekatan akan dilakukan di 24 wilayah. Terletak di tiap batas kabupaten atau kota.

Kecuali untuk wilayah aglomeras yakni Makassar, Maros, Gowa dan Takalar. Menurutnya, tetap akan dijaga, namun tidak ketat.

“Empat kota ini diberi kesempatan oleh pemerintah karena arus perpindahan (aktivitas warga) tiap hari karena satu bagian, sehingga tidak ada pembatasan pada wilayah tersebut. Tapi selain empat wilayah itu, akan pembatasan,” jelasnya.

Bagaimana pelaksanaannya? Merdisyam menyebut setiap titik penyekatan akan ditempatkan personel gabungan nantinya. Petugas akan memeriksa tiap warga yang melintas.

Menurutnya, ada batasan yang diperbolehkam untuk keluar masuk suatu daerah. Misalnya, orang yang memang sedang bertugas atau pekerjaan sehari-harinya harus melintasi wilayah itu.

“Ini tentunya juga kita akan koordinasi dengan Dinas Kesehatan, dengan pos penyekatan di perbatasan,” tuturnya.

Ia mengaku pihaknya berupaya untuk melaksanakan operasi ini dengan pendekatan persuasif ke warga. Upaya penegakan hukum jadi langkah yang paling akhir jika ada warga yang membandel.

“Kita imbau, kita inginkan ada kesadaran masyarakat. Penegakan hukum itu yang paling akhir. Makanya kita perketat saja pengawasan. Termasuk untuk lokasi yang rawan kerumuman,” tukasnya.

Pelaksana Tugas Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman menambahkan pintu masuk Sulsel akan ditahan mulai besok. Kecuali untuk angkutan barang dan jasa dan perjalanan dinas.

“Tentunya kalau dulu budaya mudik ada, kita sudah dua tahun ini ndak boleh. Masyarakat harus paham, saat ini bukan waktu yang tepat untuk mudik besar-besaran. Kita menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” kata Sudirman.

Ia mengaku penyebaran virus baru dari India saat ini jadi perhatian pemerintah. Dua kasus kembali ditemukan di Jakarta, kemarin.

Kejadian serupa dikhawatirkan terjadi di Sulsel jika tidak ada pembatasan. Padahal angka kesembuhan penularan Covid-19 di sini paling tinggi dari semua daerah.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button