Karyawan Pinjol Tagih Utang Pakai Gambar Porno

Baaca.id, JAKARTA — Pihak kepolisian terus melakukan penindakan terhadap perusahaan jasa pinjaman online (pinjol) yang tidak memiliki izin. Pasalnya, hal ini sangat meresahkan warga masyarakat.

Sejumlah perusahaan pinjol ilegal berhasil digerebek. Salah satunya yang berada di sebuah Rukan di Cipondoh Tangerang, Banten. Polda Metro Jaya menggerebek tempat itu, Kamis (14/10/2021).

Alhasil, sebanyak 10 dari 3 aplikasi pinjaman online yang dikelola PT ITN diketahui tak memiliki izin resmi dari pemerintah alias ilegal.

Diketahui, PT ITN merupakan perusahaan kolektor (penagih) yang menaungi 13 aplikasi pinjol tersebut.

“Ini memang satu perusahaan ada 3 aplikasi berizin. Ada 10 yang diduga ilegal,” ungkap Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus, dikutip dari tvOnenews.com.

Dalam penggerebekan tersebut, polisi mengamankan 32 orang, diantaranya manajemen perusahaan dan beberapa kru. Di tempat itu, polisi menemukan aktivitas yang diduga melanggar hukum, seperti adanya ancaman-ancaman saat proses penagihan oleh kolektor kepada nasabah yang nunggak membayar utang.

“Ada pengancaman dan kata-kata tidak pantas. Kemudian memperlihatkan gambar porno. Ini membuat peminjam stres.” ungkap Yusri.

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo memberikan instruksi kepada seluruh jajaran Polda untuk menindak tegas penyelenggara fintech P2P lending atau pinjaman online ilegal.

Tindakan itu selama ini dinilai telah merugikan banyak masyarakat. Hal tersebut, juga merupakan instruksi langsung dari Presiden Joko Widodo yang memberikan perhatian khusus terhadap kejahatan pinjol. (#)



Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button