Kasus Dugaan Korupsi Dana Desa; Tersangka Dijemput Paksa

Baaca.id, BONE — Kasus dugaan korupsi dana desa Tondong terus berjalan. Meski sempat dikabarkan menang pada praperadilan, namun Kepala Desa Tondong, AR kembali ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini.

AR dijemput paksa lantaran diduga melakukan tindak pidana korupsi Dana Desa tahun 2017 hingga 2018 terkait pekerjaan yang tidak sesuai Rencana Anggaran Bangunan (RAB).

Selain AR, Cabang Kejaksaan Negeri (Cabjari) Lappariaja juga telah menahan Kaur Keuangan Desa Tondong, AK. Namun sayang, satu tersangka lannya, Sekretaris Desa Tondong, MY melarikan diri. Saat ini, MY telah ditetapkan sebagai daftar pencarian orang (DPO) oleh Kejaksaan Negeri Bone.

Penetapan tersangka ini berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Kepala Cabang Kejaksaan Negeri Bone di Lapariaja Nomor: Print-06/P4.14.8/ Fd.1/09/2021 tanggal 7 September 2021 dalam dugaan Tindak Pidana Korupsi pada pengelolaan Dana Desa (DD) di Desa Tondong.

Kepala Cabang Kejaksaan Negeri (Kacabjari) Lappariaja, Arifuddin Achmad membenarkan hal ini. Dia mengatakan, AR diamankan oleh pihak kejaksaan pada Kamis (30/10/2021) lalu.

“Kasus ini mengakibatkan kerugian negara sekitar Rp330.660.613. Ini berdasarkan hasil audit Inspektorat Kabupaten Bone,” ungkap Arifuddin.

Adapun tersangka lainnya atas kasus tersebut yaitu Sekdes Tondong (MY) Yang saat ini sedang melarikan diri dan telah ditetapkan menjadi Daftar Pencarian Orang (DPO) oleh Kejaksaan Negeri Bone. (farhan)



Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button